Hukum

Tersangka Kasus CBN di Abdya Bertambah

ACEHTERKINI.COM | Selain menetapkan dua tersangka kasus korupsi pengadaan dan penyaluran bantuan cadangan benih nasional (CBN) kedelai di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya). Penyidik Polres Abdya juga telah melakukan penahanan terhadap Faisal Abdul Gani yang merupakan PNS di Koordinasi Balai Pengawasan Sertifikasi Benih Cabang Bireuen.

Kasie Pidsus Kajari Blang Pidie, Irfan Hasyri HDL SH

Kepala Kejaksaan Negeri Abdya (Kajari), Abdur Kadir SH MH, melalui Kasie Pidsus Irfan Hasyri HDL SH, kepada wartawan, Selasa (11/4/2017) menyebutkan, kasus tersebut sudah memasuki tahap dua penyerahan barang bukti dan tersangka dari Polres Abdya ke penyidik Kejari setempat.

Dimana, Faisal Abdul Gani yang merupakan PNS di Koordinasi Balai Pengawasan Sertifikat Benih Cabang Bireuen merupakan tersangka baru dan terlibat dalam kasus pengadaan CBN tahun 2011 lalu di Abdya, yang merugikan negara berdasarkan hasil audit BPKP nomor: SR-1979/PW01/5/2015 tanggal 01 September 2015 mencapai Rp 6 miliar lebih.

Penahanan terhadap Faisal telah dilakukan sesuai dengan surat perintah penahanan nomor PRINT-175/N.1.29/Ft.1/04/2017 tanggal 10 April 2017 bahwa perkara ini adalah splitsing dari perkara Sukimin (53) Kasie Proyek Pemerintah PT. Pertani Cabang Aceh dan Budijono (47) Manager Pemasaran PT. Pertani cabang Aceh yang dituntut 10 tahun dan putus 6 tahun di Pengadilan Tipikor Banda Aceh.

“Saat ini Jaksa sedang dalam proses kasasi ke Mahkamah Agung (MA),” ungkap Irfan.

Berita Terkait :
Putusan Hakim Tidak Sesuai Tuntutan Jaksa, Kejari Abdya Ajukan Banding
Negara Rugi Rp 6 Miliar, 2 Tersangka Korupsi Ditahan Polres Abdya
PT Putuskan Banding Kasus CBN, JPU Abdya Ajukan Kasasi
Dua Tersangka Kasus CBN Abdya Menginap di Rutan Kajhu

Budijono dan Sukimin merupakan dua terpidana dalam kasus pengadaan CBN tahun 2011 lalu di Abdya, yang merugikan negara berdasarkan hasil audit BPKP nomor: SR-1979/PW01/5/2015 tanggal 01 September 2015 mencapai Rp 6 miliar lebih.

Dalam kasus ini, aparat penegak hukum banyak menemukan kejanggalan yang tidak sesuai dengan aturan seperti biaya pengelolaan benih yang tidak disalurkan kepada 282 kelompok penerima ditambah biaya pengadaan kedelai dan biaya distribusi.

Dimana sejumlah kejanggalan itu dikemas dalam sebuah dokumen palsu oleh rekanan yang menyatakan bantuan itu telah direalisasikan begitu juga dengan biaya pengiriman. Kedelai bantuan itu disimpan pada gudang Distannak Abdya yang berlokasi Kuala Batee dalam kondisi telah membusuk.

“Proses hukum terus berlanjut tentunya dengan mengumpulkan bukti-bukti yang kuat ditambah dengan kesaksian para saksi. Saat ini Faisal ditahan di Mapolres Abdya untuk kepentingan penyidikan. Sementara dua terpidana lainnya masih mendekam di Rutan Khaju Aceh Besar,” sebut Irfan lebih lanjut. (Rizal)

To Top