Sosial

Tak Tahu Jalan ke Takengon, Gadis Cantik ini Mencari Ayahnya

ACEHTERKINI.COM | Gadis cantik itu bernama Halimah (26), ia sedang mencari ayahnya Abdullah Muhammad Ali yang beralamat di Angkop Sriweduren, Takengon, Kabupaten Aceh Tengah. Gadis ini mengaku tidak mengenal wajah ayahnya karena sejak umur 2 hari, Abdullah pergi tanpa pesan dan kabar apapun.

Dalam surat elektroniknya kepada acehterkini, Sabtu (1/4/2017), putri semata wayang dari pasangan Abdullah Muhammad Ali dan Nuraeni ini bercerita. Pada tahun 90-an, Abdullah Muhammad Ali menikah dengan Nuraeni di Indra Mayu, Jawa Barat. Saat itu ibunya Nuraeni masih berusia 20 tahun.

Setahun perkawinan, pasangan itu dikaruniai seorang anak perempuan yang bernama Nur Halimah. Hingga beranjak dewasa, Nur Halimah tidak pernah bertemu ayahnya. Cerita Nuraeni, ayahnya pergi tanpa ada pertengkaran atau masalah, ia pergi tanpa pesan. Kabar yang dia peroleh dari Indra Mayu, ayahnya pulang ke Aceh.

Nur Halimah bersama ibunya Nuraeni — Foto Istimewa

Halimah mengaku tak tahu jalan menuju kampung halaman ayahnya di Angkop, Takengon. Ia tidak menyimpan satu pun foto ayahnya. Ia mengaku tidak bisa membayangkan sedikitpun bagaimana wajah ayah kandungnya itu. Ia hanya mendengar bahwa ayahnya berperawakan gemuk, hitam, rambut ikal dan kulit hitam manis.

”Saya hanya ingin tahu bapak saya masih hidup atau sudah tiada.  Kalau sudah tiada saya ingin menziarahi kuburannya dan mengirimkan doa untuknya, sekaligus saya ingin bertemu saudara-saudara bapak saya, mungkin bisa mengobati kerinduan saya kepada bapak saya. Tapi kalau bapak saya masih hidup saya mau bertemu dengan bapak saya meski hanya sekali saja,” kata Nur Halimah dalam surat itu.

Halimah juga menuturkan keinginannya untuk pergi ke Takengon tetapi keinginan tersebut harus dipendam dalam-dalam karena hingga saat ini Halimah sendiri tak tahu menahu kemana arah yang harus dituju apalagi tidak ada satupun orang yang dikenalinya apabila ia nekat ke kampung halaman ayahnya.

“Saya ingin sekali merasakan pelukan dan kasih sayang bapak saya serta bimbingan dari seorang ayah. Sedari kecil saya merindukan sosok ayah. Saya ingin seperti kawan-kawan saya, punya ayah yang menjemputnya ke sekolah, mengajaknya bermain, jalan-jalan dan mengadukan keluh kesah. Kadang kalau saya lagi rindu, saya hanya bisa kirim doa dan menangis,” ujar dia.

Ia juga berharap melalui surat ini dapat segera bertemu ayah kandungnya Abdullah Muhammad Ali. Berharap ada orang yang mungkin mengenal ayahnya, atau berdomisili di seputaran kampung Abdullah, atau bisa untuk meneruskan dan menyebarkan berita ini, agar bisa sampai ke ayahnya maupun keluarga ayah yang lain. [Red]

To Top