Peristiwa

Seorang Bayi Hilang, Satu Meninggal, Banjir Bandang di Aceh Tenggara

ACEHTERKINI.COM | Data sementara dua orang menjadi korban dalam musibah banjir bandang di Kabupaten Aceh Tenggara, Selasa (11/4/2017) kemarin sekitar pukul 18.00 wib. Korban meninggal bernama Boru Panjaitan (80) jenis kelamin perempuan yang merupakan warga Desa Lawe Sigala Barat, Kecamatan Sigala-Gala.

Kepala BPBD Aceh Tenggara melalui Kasie Kedaruratan, Arianti Pinem S.Hut, Rabu (12/4/2017) mengatakan, selain korban meninggal, saat ini tim juga sedang mencari seorang bayi berumur 8 bulan warga Desa Lawe Tua, Kecamatan Lawe Sigala-Gala Kabupaten Aceh Tenggara yang terseret banjir bandang.

Seorang Bayi Hilang, Satu Meninggal, Banjir Bandang di Aceh Tenggara
Banjir Bandang di Aceh Tenggara, Selasa 11 April 2017 –[ Foto Pusdalops BPBD Aceh Tenggara] 

Arianti yang akrab dipanggil Yanti menambahkan banjir bandang susulan juga terjadi pada Selasa (11/4/2017) malam saat petugas BPBD sedang membersihkan material longsor berupa kayu, batu dan lumpur. ‘Banyak rumah yang rusak dan ratusan warga juga mengungsi ke tempat yang aman,” kata Yanti saat dihubungi acehterkini, Rabu (12/4/2017).

“Data sementara ada 92 unit rumah rusak berat, 61 unit rusak sedang dan ratusan unit rumah rusak ringan, saat ini listrik padam di lokasi kejadian, akses jalan ke desa-desa belum bisa dilalui,” kata Yanti.

Menurutnya banjir bandang melanda tiga kecamatan yaitu, Kecamatan Semadam di Desa Lawe Beringin, Desa Suka Makmur dan Kecamatan Babul Makmur di Desa Lawe Loning.

Kemudian Kecamatan Lawe Sigala-Gala di Desa Lawe Sigala Barat, Desa Batu Dua Ratus, Desa Kayu Mbelin, Desa Lawe Tua, Desa Bukit Sepakat, Desa Lawe Ketupat dan Desa Lawe Rakat.

Untuk penanganan musibah ini kata Yanti BPBD Aceh Tenggara sudah mengerahkan tiga unit alat berat ke lokasi kejadian dan membuka posko serta dapur umum di Kecamatan Semadam dan Lawe Sigala Gala.

“Akses jalan Medan – Kutacane masih putus, InsyaAllah hari ini jalan ke Medan sudah bisa dakses karena tim sedang bekerja membersihkan material kayu, batu dan lumpur di badan jalan,” demikian Kasie Kedaruratan BPBD Aceh Tenggara, Arianti Pinem. [Firman]

To Top