Layanan Publik

Pemkab Abdya Usulkan Rp15 M Bangun Mesjid Agung

ACEHTERKINI.COM | Untuk melanjutkan pembangunan Mesjid Agung yang sempat terbengkalai lima tahun silam, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), mengusulkan anggaran sebesar Rp 15 milyar, kepada Pemerintah Aceh, melalui Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) tahun 2018.

Hal tersebut dikatakan, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Abdya, Weri SE MA kepada wartawan Selasa (25/4/2017).

Dikatakan Weri, anggaran sebesar Rp 15 milyar tersebut diusulkan oleh Tim Anggaran Pemerintah Kabupaten (TAPK) bersama DPRK setempat. Dana sebesar itu akan dilakukan untuk melanjutkan pembangunan Mesjid Agung dan Islamic Center Abdya, pada tahun 2018 mendatang.

Pembangunan Masjid Agung dan Islamic Center Abdya tampak terbengkalai. Foto | dok.acehterkini

Weri menyebutkan, Pembangunan Mesjid Agung tersebut sudah dimulai dari tahun 2011 lalu, dengan mengunakan dana Otsus Provinsi Aceh dan sumber Tambahan Dana Bagi Hasil (TDBH) Migas.

Selama ini tambah Weri, Pemkab Abdya tidak diizinkan untuk melanjutkan pembangunan rumah ibadah itu, dengan mengunakan Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK). Karena, pembangunan mesjid tersebut, sebelumnya mengunakan dana Otsus. Sehingga, fisik bangunan mesjid, menjadi aset Provinsi Aceh.

“Jadi, selama pemerintahan Jufri, kita tidak bisa melanjutkan pembangunan itu. Karena mesjid dimaksud merupakan aset provinsi,” sebut Weri.

Sebelum aset mesjid diserahkan secara resmi kepada Pemkab Abdya, sambung Weri, pembangunan mesjid Agung tidak boleh dilanjutkan oleh Pemkab, karena hal itu menyalahi aturan.

“Pemkab boleh melanjutkan pembangunannya, jika aset itu sudah diserahkan pada Kabupaten, jika belum diserahkan tidak bisa untuk dilanjutkan,” tuturnya.

Pada tahun 2015 dan 2016 lalu, Pemkab Abdya menganggarkan dana pembangunan melalui APBK. Karena terkendala dengan aturan, dana yang telah dianggarkan menjadi Silpa. Dimana, dana APBK dilarang untuk pembangunan pada aset provinsi. “Jadi kita anggarkan lanjutan pembangunannya melalui provinsi,” ujarnya singkat. (Riza

To Top