Sosial

Meski Tanpa Gaji, Guru BTQ di Abdya Tetap Bekerja

ACEHTERKINI.COM | Sebanyak 93 guru Baca Tulis Alquran (BTQ) yang bertugas di sejumlah sekolah dasar (SD) dalam Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) semenjak Januari 2017 lalu dilaporkan belum menerima upah (gaji) selama menjalankan rutinitasnya sebagai seorang tenaga pengajar. Meskipun begitu, para guru tersebut tetap menjalankan tugasnya seperti biasa.

Para tenaga non PNS yang bertugas di sejumlah SD dalam sembilan kecamatan di Kabupaten Abdya itu, sebelumnya merupakan tenaga kontrak Provinsi Aceh sejak tahun 2009 lalu.

Foto Ilustrasi

Guru kontrak SD/SMP yang selama ini dibayar melalui Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA), mulai 1 Januari 2017 gaji mereka terhenti secara permanen. Sebaliknya, guru honorer SMA/SMK yang sebelumnya menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten/kota, kini diambil alih provinsi dengan gaji berbasis kinerja.

“Tahun lalu kami menerima Rp.650 ribu setiap bulannya, hingga awal bulan Januari 2017, gaji kami tidak dibayarkan lagi. Kami telah menjadi tanggung jawab Pemkab. Namun hingga saat ini nasib kami belum ada kejelasan,” kata salah seorang guru BTQ, Sabtu (29/4/2017) yang meminta tidak disebutkan namanya.

Meskipun tanpa gaji, lanjut guru dimaksud, mereka tetap melakukan rutinitas sebagaimana biasanya. Pihaknya berharap, Pemkab Abdya dapat mengambil kebijakan terkait nasib mereka yang tidak jelas tersebut.

Sekretaris Dinas Pendidikan Aceh Barat Daya, Sabihismiruddin membenarkan tentang nasib 93 guru BTQ tersebut.

Menurutnya, upah para guru tersebut tidak bisa dibayarkan, karena anggaran untuk pembayaran upah mereka tidak tersedia dalam APBK 2017 yang disahkan melalui Perbup beberapa waktu lalu. Hal itu dikarenakan surat pelimpahan 93 guru dimaksud terlambat dikirimkan oleh pihak Dinas Pendidikan Aceh, sehingga besaran anggaran untuk membayar upah mereka tidak masuk dalam APBK.

“Nanti, akan kami upayakan dalam APBK perubahan 2017, kalau tetap tidak bisa maka akan diusulkan dalam APBK tahun 2018. Intinya kami akan tetap berupaya semaksimal mungkin untuk menyelamatkan mereka, sebab tenaga mereka sangat dibutuhkan di sejumlah sekolah,” ujarnya singkat. (Rizal)

To Top