Nasional

Kericuhan dalam Rapat Paripurna DPD RI Memalukan

ACEHTERKINI.COM | Kericuhan pada rapat paripurna Dewan Perwakilan Daerah (DPD) pada agenda menyikapi putusan Mahkamah Agung (MA) yang membatalkan Tata Tertib (Tatib) DPD Nomor 1/2017 sangat memalukan.

“Ini sangat memalukan. Malu saya. Benar-benar sangat memalukan. Harusnya tidak perlu terjadi. Apalagi terjadi di dalam sidang dan belum dimulai tapi sudah saling dorong mendorong. Sekali lagi, sangat memalukan,” ujar Asri Anas, anggota DPD asal Sulawesi Barat dalam keterangannya kepada acehterkini, Senin (3/4/2017) malam.

Diketahui, pada Rapat DPD yang dimulai pukul 14.00 WIB itu, langsung ricuh. sebagian kecil anggota  mengajukan penolakan Wakil Ketua DPD, GKR Hemas dan Faroek Muhammad memimpin rapat. Alasannya, keduanya dituding telah habis masa jabatannya sesuai dengan Tatib DPD.

Sidang Paripurna DPD RI Ricuh [Foto : detik.com]

Padahal, Tatib itu sudah dibatalkan oleh Mahkamah Agung (MA) sehingga DPD harus patuh pada hukum bahwa jabatan pimpinan DPD yang diusulkan 2,5 tahun batal dan menjadi tetap 5 tahun.

“Namun yang menjadi masalah, amar putusan itu terjadi salah ketik pada subjek hukumnya. Bukan ditujukan kepada DPD tapi tertulis DPRD,” ujar Asri Anas.

Mantan Ketua Pansus Tatip DPD RI ini menegaskan, keputusan MA sudah diperbaiki. “MA melalui Suhudi (juru bicara) MA, telah membuat repoin dan MA tetap perintahkan agar DPD patuh pada hukum. Jadi tidak perlu lagi sampai ricuh begini,” ujarnya.

“Mereka apa tidak sadar kalau kericuhan ini diliput oleh banyak media. Mereka tidak sadar, harusnya malu sama pemilihnya. Kan semuanya bisa dibicarakan tanpa perlu ricuh begitu. Malu, sangat malu,” ujar Asri Anas.

Informasi yang diterima acehterkini, salah seorang angota DPD RI, Muhammad Afnan Hadikusumo dikabarkan sempat sakit dibagian kepala akibat adanya dugaan pengeroyokan oleh anggota DPD RI yang lain. Kasus ini sudah dilaporkan ke Polda Metro Jaya, nomor : LP/1635/IV/2017/PMJ/Dit Reskrimum tanggal 3 April 2017 sekitar pukul 17.30 wib. [Red]

To Top