Sosial

Gajah Jinak di CRU Ikut Meriahkan Piasan Raya Aceh Jaya Gemilang

ACEHTERKINI.COM | Dua ekor gajah jinak di pusat konservasi atau Conservation Response Unit (CRU) Ie Jeurengeh ikut memeriahkan pembukaan Piasan Raya Aceh Jaya Gemilang Kecamatan Sampoiniet di Gampong Lhokruet, Senin (3/4/2017).

Pembukaan pameran pembangunan 10 tahun Aceh Jaya dan pergelaran seni dan budaya masyarakat setempat ini dibuka oleh Bupati Aceh Jaya, Ir. Azhar Abdurrahman.

Dua Ekor Gajah Jinak di CRU Ie Jeurengeh Mebawa Azhar Abdurrahman Keliling Piasan Raya Aceh Jaya Gemilang, Kecamatan Sampoiniet, Senin 3 April 2017 — Foto Arif Hidayat

Gajah jinak ini disiapkan untuk menunggu kedatangan Bupati Aceh Jaya bersama rombongan. Begitu bupati tiba dilokasi, gajah jinak bersama mahot (red-pawang) sudah menunggu dengan posisi duduk, langsung saja Azhar naik dan dibawa keliling hingga ke pintu masuk acara Piasan Raya Aceh Jaya Gemilang Kecamatan Sampoiniet.

Gajah jinak di CRU Ie Jeureungeh ini ditempatkan di Kecamatan Sampoiniet sejak tahun 2010 lalu. Keberadaan gajah dari Pusat Latihan Gajah (PLG) Saree, Aceh Besar ini untuk menghalau gangguan gajah liar yang kerap menganggu perkebunan masyarakat setempat.

Sebelumnya gajah-gajah jinak ini di bawah kendali Fauna Flora International (FFI), namun sekarang sudah ditangani oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh.

Pembukaan Piasan Raya Aceh Jaya Gemilang Kecamatan Sampoiniet — Foto : Arif Hidayat

Pada kesempatan itu, Azhar mengatakan, acara Piasan Raya Aceh Jaya Gemilang ini adalah refleksi 10 tahun pembangunan di Aceh Jaya.

“Banyak generasi sekarang sudah tidak mengenal lagi permainan rakyat terdahulu, adanya Piasan Raya ini juga untuk mengenal kembali khasanah yang telah dilupakan itu,” tutur Azhar.

Selain pameran dan pergelaran seni budaya, kegiatan ini juga untuk menjalin silaturrahmi antara masyarakat dan para geuchik (red-kepala desa) di Kecamatan Sampoiniet.

“Para geuchik pun bisa merasakan kebahagiaan dengan menggunakan pakaian adat, seolah-olah kembali ke era terdahulu,” kata Azhar seraya menyampaikan maaf atas kesalahan dan kekurangan selama 10 tahun memimpin Aceh Jaya, (red- lima tahun bersama Tgk. Zamzami A. Rani alias Abu Tausi dan lima tahun lagi bersama Tgk. Maulidi). [Arif]

To Top