Hukum

Dua Bersaudara Kasus Granat di Bener Meriah Divonis Seumur Hidup

ACEHTERKINI.COM | Masih ingat kasus istri pertama dan dua anak anggota DPRK Bener Meriah yang meninggal akibat lemparan granat oleh adik istri keduanya Mansyur Ismail pada 17 September 2016 lalu? Kini adik dan istri mudanya itu divonis seumur hidup oleh Pengadilan Negeri Simpang Tiga Redelong, Senin (17/4/2017).

Kejadian itu tepatnya terjadi di kawasan Jalan Bireuen-Takengon, di Dusun Menderek, Kampung Alur Punti, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, 17 September 2016 sore.

Kasus yang heboh dikalangan publik karena sempat diduga terkait Pilkada Aceh 2017 ternyata hanya masalah “cinta” keluarga. Setelah pelaku utama ditangkap, kasus ini di bawa ke pengadilan hingga akhirnya dua pelaku divonis penjara seumur hidup.

Polres Bener Meriah Menangkap Pelaku Pelemparan Granat di Bener Meriah, [Foto : tribratanewsbenermeriah]

Pada akhir Februari 2017 lalu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kajari Bener Meriah menuntut dua bersaudara itu Siti Zulaiha (istri muda) dan Aidi Fitriadi (adiknya Siti Zulaiha) hukuman mati.

Jaksa mendakwa dua bersaudara itu Pasal 340 Jo pasal 55 ayat 1 Ke-1 KUHPidana, Pasal 353 ayat 2 tentang penganiayaan berat berencana, Pasal 1 Ke-1 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api dan bahan peledak Jo pasal 55 ayat 1 Ke-1 KUHPidana dan Pasal 80 ayat 2 dan 3 Jo pasal 76C UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak.

Dikutip dari laman pn.simpangtigaredelong.go.id, Jum’at (21/4/2017), Hakim ketua Azhari SH bersama Yusrizal dan Moratua Hasayangan sebagai hakim anggota menvonis Siti Zulaiha dan Aidi Fitriadi dengan pidana penjara seumur hidup pada Senin, 17 April 2017 kemarin.

Siti Zulaiha dan Aidi Fitriadi terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana dan membawa serta mempergunakan bahan peledak dan melakukan kekerasan terhadap anak hingga meninggal dunia.

Terdakwa menyatakan banding terhadap putusan dari majelis hakim tersebut. [Red]

To Top