Sosial

Bupati Abdya Pecat Keuchik Blang Manggeng

ACEHTERKINI.COM | Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Jufri Hasanuddin telah mengeluarkan surat keputusan (SK) pemecatan terhadap Kepala Desa (Keuchik) Blang Manggeng, Kecamatan Manggeng, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dan menggantikannya dengan pejabat (Pj) Keuchik gampong setempat.

Dalam SK Bupati nomor 214 tahun 2017 tanggal 4 April 2017, Hermi selaku keuchik gampong Blang Manggeng diberhentikan setelah menimbang surat aspirasi masyarakat Blang Manggeng tertanggal 10 April 2016 dan pernyataan surat masyarakat gampong Blang Manggeng tentang mosi tidak percaya terhadap keuchik dimaksud tertanggal 4 November 2016.

Bupati Aceh Barat Daya, Jufri Hasanuddin

Kemudian, pemecatan itu juga dipertegas dengan surat Camat Manggeng nomor 141/362//2017 tanggal 4 April 2017 perihal usulan pejabat (Pj) Keuchik Blang Manggeng kepada Nurman, yang dianggap memenuhi syarat untuk diangkat sebagai Pj Keuchik Blang Manggeng periode 2017-2018.

Pedoman pemberhentian tersebut mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 43 tahun 2014 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 Tentang Desa, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 47 tahun 2015 Tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 Tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa.

Selanjutnya, mengacu pada Qanun Aceh Nomor 4 tahun 2009 Tentang Tata Cara Pemilihan dan Pemberhentian Keuchik di Aceh dan Qanun Kabupaten Abdya nomor 9 tahun 2012 Tentang Pemerintahan Gampong.

Camat Manggeng Tabari, yang dihubungi wartawan, Sabtu (8/4/2017) membenarkan Kecuhik Blang Manggeng sudah diberhentikan. Sebelumnya, pihak camat bersama dengan instansi lainnya sudah melakukan upaya penyelesaian antara keuchik dimaksud dengan masyarakat setempat. Akan tetapi upaya tersebut sia-sia justru tidak membuahkan hasil.

Mosi tidak percaya tersebut, lanjut Camat Tabari, dikirim lansung oleh masyarakat kepada Bupati. “Atas dasar itu, bupati memerintahkan kepada kami untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Karena tidak adanya penyelesaian, maka kami mengambil kebijakan atas perintah atasan untuk membuat usulan Pj keuchik mengingat pelaksanaan anggaran tahun 2017 sudah sangat dekat,” tuturnya singkat.

Sementara itu, mantan Kecuhik Blang Manggeng Hermi sangat menyesalkan sikap yang telah diperlihatkan oleh Bupati Abdya. Dimana, menurut Hermi, segala persoalan terhadap desa yang ia pimpin masih bisa diselesaikan secara bersama, bukan dengan mengorbankan dirinya hingga harus di pecat.

“Kita sangat menyesali hal itu, harusnya ada pertimbangan yang lebih bijak dari bupati, bukan langsung menelan begitu saja. Padahal mosi tidak percaya itu dilakukan oleh segelintir masyarakat saja, tidak mencapai 30 persen dari jumlah penduduk disini,” sebutnya.

Meskipun demikian, pihaknya akan membawa masalah tersebut ke ranah hukum. Karena secara pribadi, Hermi merasa telah dirugikan dengan terjadinya pemecatan yang semena-mena oleh bupati. Kemudian Hermi juga sangat menyesalkan setelah adanya usulan Pj Keuchik dari camat pada tanggal 4 April 2017, dihari yang sama SK pemecatan dirinya juga dikeluarkan.

“Tanpa adanya pertimbangan langsung ditelan mentah-mentah, padahal kan perlu dilakukan evaluasi terhadap tuduhan kesalahan pada diri saya, bukan mengambil tindakan secepat kilat seperti ini,” demikian tambah Hermi. (RiZal)

To Top