Ekonomi

BNI Syariah Butuh Modal dari Induknya

ACEHTERKINI.COM | PT Bank Negara Indonesia Syariah (persero) atau BNI Syariah berharap adanya suntikan modal dari induk sebesar Rp 1 triliun. Suntikan modal ini rencananya akan direalisasikan dalam kuartal II tahun ini.

Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman menjelaskan, suntikan modal utamanya bertujuan untuk meningkatkan rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) untuk menopang ekspansi bisnis jangka menengah dan panjang.

Foto Ilustrasi

Adapun modal perseroan saat ini sekitar Rp 2,5 triliun dengan CAR sebesar 14,5 persen, sedangkan CAR minimum sesuai regulasi sekitar 10 persen. “Dengan tambahan modal Rp 1 triliun, CAR diharapkan akan naik menjadi di atas 18 persen,”ujar Abdullah Firman, Ahad (16/4/2017).

Sementara itu, ekspansi pembiayaan diperkirakan akan menurunkan CAR sekitar 0,75 sampai dengan 1 persen per tahun. Suntikan modal, kata Firman, juga akan mempercepat BNI Syariah masuk ke kategori bank umum kegiatan usaha atau BUKU 3, yakni kategori bank dengan modal minimum Rp 5 triliun.
Selain itu, memungkinkan bisnis yang lebih luas misalnya membuka outlet di luar negeri. “Dari sisi kebutuhan dana untuk ekspansi bisnis, alhamdulillh BNI Syariah mendapat sumber pendanaan yang memadai dari DPK nasabah,”kata Firman.

Adapun rencana untuk initial public offering (IPO) pada tahun depan, masih menjadi opsi penting yang sedang dikaji pemegang saham. Diharapkan dengan menjadi perusahaan terbuka (Tbk) dapat meningkatkan permodalan BNI Syariah dan mendorong bisnis lebih ekspansif. “Apapun keputusan BNI induk sebagai pemegang saham maka kami siap menjalankannya,”tegas Firman.

Sebelumnya Direktur Keuangan Bank Negara Indonesia (BNI) Rico Rizal Budidarmo menyebutkan pada tahun ini menyiapkan dana Sebesar Rp 2,5 triliun untuk ekspansi anak usaha. Salah satu yang sedang dipertimbangkan adalah menyuntik modal BNI Syariah sebesar Rp 500 miliar hingga Rp 1 triliun.

“Kami menyiapkan sebesar Rp 2,5 triliun, untuk BNI Syariah perkirakan sebesar Rp 500 miliar sampai Rp 1 triliun pada kuartal II 2017,”ujar Rico usai paparan kinerja BNI di Kantor Pusat BNI, Jakarta, Rabu (12/4).

Menurut Rico, perseroan masih mengkaji jumlah dana yang akan disuntikkan ke BNI Syariah. Kendati begitu sejauh ini jumlah Rp 500 miliar dinilai sudah tepat untuk BNI Syariah ekspansi pembiayaan ke sektor konsumer, khususnya pembiayaan perumahan yang saat ini tengah gencar didorong oleh BNI Syariah.

Selain rencana suntik modal, BNI Juga berencana mengakuisisi perusahaan asuransi dan asset management. Untuk perusahaan asset management nantinya akan dikhususkan untuk menangani debitur yang mengalami masalah, namun tetap memiliki potensi yang bagus untuk dikembangkan.

Sumber : Republika

To Top