Sosial

Bikin Bupati Kecewa, Kadinsos Abdya Dicopot

ACEHTERKINI.COM | Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Ir Adian Nur MSi dicopot dari jabatan karena tidak patuh pada perintah atasan. Dimana, Adian Nur telah membuat Bupati Abdya Jufri Hasanuddin kecewa terhadap kebijakan yang dilakukannya tanpa berkoordinasi dengan bupati selaku pimpinan.

Dari informasi yang terhimpun, pecopotan Adian Nur yang juga pernah menjabat sebagai Kepala BLHKP Abdya ketika itu, diduga erat kaitannya dengan penyaluran bantuan sosial berupa kursi roda untuk penyandang cacat permanen Anwar (37) warga Desa Meunasah Tengah, Kecamatan Lembah Sabil sekitar beberapa hari yang lalu.

Berita Terkait : BFLF dan Dinsos Abdya Bantu Kursi Roda Penderita Lumpuh

Kemudian, juga berhubungan dengan persoalan penyaluran rumah sehat sederhana (RSS) untuk masyarakat dhuafa (tidak mampu) sebanyak 31 unit di Desa Pante Cermen, Kecamatan Manggeng. Pasal yang selanjutnya tentang pembuatan dapur umum di lokasi pencarian orang hilang yakni Ari (21) warga Desa Baharu, Kecamatan Jeumpa di Krueng Babahrot yang tidak lama ini hanyut terbawa arus.

Dinsos Abdya Bantu Kursi Roda

Adian Nur yang dikonfirmasi wartawan, Rabu (19/4/2017) mengakui kalau keputusan pencopotan dirinya oleh bupati karena tiga faktor itu yakni persoalan kursi roda, rumah untuk masyatakat dhuafa dan dapur umum di lokasi pencarian warga hilang terseret arus.

Menurut Adian Nur, penyerahan kursi roda itu sudah sesuai dengan prosedur. Namun karena saat penyerahan bantuan itu, didampingi Muslizar MT yang merupakan pembina Blood For Life Foundation (BFLF) Abdya sekaligus Wakil Bupati Abdya terpilih periode 2017-2022 yang juga lawan politik pada Pilkada beberapa waktu lalu, sehingga Bupati merasa tidak dihargai.

“Dari ketiga persoalan itu, Bupati menilai kalau yang saya lakukan belum sesuai dengan keinginannya sehingga saya harus menerima resiko pencopotan dari jabatan Kadis,”katanya.

Dikatakannya, apa yang telah dilakukan tersebut telah sesuai dengan aturan, baik itu penyerahan kursi roda, realisasi penempatan rumah dhuafa yang penuh dengan persoalan dan pembuatan dapur umum yang tidak sesuai dengan SOP (standard operating procedure). Bahkan untuk pembuatan dapur umum itu telah dikoordinasikan dengan Dinsos Aceh juga dengan Dinsos dibeberapa kabupaten lainnya. Hasil koordinasi itu, pembuatan dapur umum itu tidak ada dalam aturan karena korban yang hilang hanya satu orang.“Meskipun begitu, keputusan ada pada bupati, saya terima yang sudah diputuskan,”ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Abdya, Edy Daryanto kepada wartawan, membenarkan keputusan pencopotan Adian Nur dari jabatan Kadinsos. Untuk mengisi kekosongan jabatan Kadis, bupati menunjuk Amrizal ST yang masih menjabat sebagai Sekretaris pada Satpol PP dan WH sebagai pelaksana tugas (Plt) dinas dimaksud.

“Benar yang bersangkutan telah dicopot, bahkan SK (surat keputusan) sedang dipersiapkan. Kalau penyebabnya kami tidak tahu, sebab itu merupakan ranahnya pimpinan,” ujarnya singkat. (Rizal)

To Top