Sosial

Bantuan Bibit dari Dana Desa Belum Tersedia, Petani di Abdya Kecewa

ACEHTERKINI.COM | Sejumlah petani di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) belum mendapatkan bantuan bibit padi dan pupuk yang ditanggulangi melalui dana desa. Padahal penggarapan lahan disejumlah wilayah dalam kabupaten setempat sudah mencapai 65 persen.

Malahan ada sebagian wilayah yang sudah selesai melakukan pematangan lahan, menunggu penanaman padi. “Hingga saat ini, kita belum mendapatkan bibit padi dan pupuk. Di musim tanam biasanya, bibit dan pupuk dibagi ketika lahan sedang dalam proses penggarapan,” kata Sudirman salah satu petani di Kecamatan Tangan-Tangan, Kamis (20/4/2017).

Untuk itu, Sudirman bersama petani lainnya, sangat berharap bibit padi segara direalisasikan. Kondisi tersebut sangat berpengaruh dengan jadwal musim tanam tahun ini.

“Informasinya, bibit tersebut sudah dianggarkan dalam dana desa, namun sampai saat ini belum ada upaya dari pihak desa (Keuchik) untuk menanggulangi masalah tersebut. Kami bisa saja membeli bibit dengan uang sendiri, akan tetapi pemerintah sudah berjanji akan mensejahterakan kaum petani,” tuturnya singkat.

Petani Garap Lahan Sawah [Foto Ilustrasi]

Terkait masalah bibit tersebut, Dinas Pertanian dan Pangan (Ditanpan) Kabupaten Abdya sudah mengadakan pertemuan dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pengendalian Penduduk dan Pemberdayaan Perempuan (DPMP4) setempat, bahwa pengadaan bibit dan pupuk dianggarkan melalui dana desa.

“Kita sudah melakukan pertemuan sebanyak dua kali dengan DPMP4 Abdya, membicarakan masalah teknis pengadaan bibit dan pupuk yang dianggarkan melalui dana desa. Pembagian bibit dan pupuk kepada petani disesuaikan dengan jumlah petani yang memiliki lahan didesa setempat,” kata Kabid Produksi Distanpan Abdya Hamdan kepada wartawan secara terpisah.

Dikatakan Hamdan, dari 11.178 hektare lahan sawah di Abdya, diperkirakan sekitar 65 persen lahan sudah selesai digarap. Malahan ada sebahagian wilayah sudah siap tanam, seperti  Kecamatan Blangpidie dan Susoh. Sedangkan kecamatan lainnya sedang dalam proses menggarap.

“Target kita, pada bulan Juli petani di Abdya sudah panen, akan tetapi melihat kondisi seperti ini, bisa saja jadwal panen akan bergeser ke bulan Agustus bahkan September,” tuturnya singkat.

Sementara itu, Kepala DPMP4 Abdya, Ruslan Adli, mengaku sudah menginformasikan kepada sejumlah keuchik untuk segera menanggulangi bibit dan pupuk untuk petani sambil menunggu dana desa dicairkan sekitar bulan Mei 2017 mendatang.

Mengingat dana desa belum masuk kerekening gampong, lanjut Ruslan, pihaknya bersedia menfasilitasi para kepala desa untuk menghubungi sejumlah kios tempat penjualan bibit dan pupuk. Pada saat dana desa nanti sudah cair, maka harga pembelian bibit dan pupuk tersebut harus segera diganti sesuai dengan jumlahnya masing-masing.

“Kita akan fasilitasi proses tersebut, kalau perlu dibuat perjanjian dengan pihak ketiga. Hal itu agar pihak ketiga tidak dirugikan, jadi saat ini sedang kita lakukan pertemuan dengan beberapa kepala desa dan pihak terkait lainnya di sejumlah kecamatan. Untuk beberapa kecamatan sudah kita beritahukan beberapa hari yang lalu,” ujarnya singkat. (Rizal)

To Top