Politik

Anggota Dewan dari Partai Aceh dan PKS Mundur

ACEHTERKINI.COM | Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh, Tgk. Azhari S.IP hari ini, Senin (10/4/2017) resmi menyatakan mundur sebagai anggota dewan periode 2014 – 2019.

Politisi dari Partai Aceh ini mundur karena diabaikannya Undang – Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh (UUPA) oleh Mahkamah Konstitusi (MK) sebagai bagian lex spesialis di dalam penyelenggaraan Pilkada Aceh.

Sementara itu dari Jakarta, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Imam mundur sebagai anggota DPR RI periode 2014 – 2019. Ia mengatakan pemberhentiannya dilakukan atas pertimbangan Majelis Suri PKS.

Tgk. Azhari, S.IP 

Informasi yang diterima acehterkini, Wakil Ketua Komisi I DPR Aceh, Tgk. Azhari telah menandatangani surat di atas materai terkait pengunduran dirinya sebagai anggota dewan. Surat tersebut ditujukan kepada Ketua Umum Partai Aceh.

Azhari mengaku kecewa dengan putusan MK yang tidak memperimbangkan UUPA sebagai lex spesialis di dalam penyelengaraan Pilkada Aceh.

Padahal menurutnya UUPA mengatur secara lengkap tentang Pilkada Aceh mulai dari pendaftaran sampai pelantikan baik untuk gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, walikota dan wakil walikota.

UUPA juga mengatur secara jelas tentang penyelenggara Pemilu yaitu Komisi Independen Pemilihan (KIP) dan Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) yang berbeda dengan provinsi lain di Indonesia. “Keberadaan partai lokal di Aceh juga di atur dalam UUPA,” sebut Azhari dalam surat itu.

Jika pengunduran Azhari ini mendapat persetujuan Ketua Umum Partai Aceh, maka berdasarkan sertifikat rekapitulasi perhitungan perolehan suara pada Pemilu DPR Aceh 2014 untuk Dapil Aceh 5 (Aceh Utara – Lhokseumawe), Azhari akan digantikan oleh Saifuddin Yunus.

Rincian perolehan suara Dapil Aceh 5 (red-dari suara terbanyak) adalah Tgk. Muharuddin (31.455), Sulaiman (19.783), Abu Bakar A Latief (19.175), Azhari (18.338), Ermiadi Abdul Rahman (15.170), Tarmizi (14.831), dan Muhammad Isa (14.756) yang kini berada di Fraksi Partai Aceh DPR Aceh.

Kemudian Saifuddin Yunus memperoleh 11.671 suara. Disusul Muhammad Azmuni (11.215), Cut Mutia (8.276), Salmawati (6.726), Jasmi Nurdin (3.843), Hanan Murni (3.188), dan Yusra (3.140).

Sedangkan untuk Partai Aceh di Dapil 5 sebanyak 36.431 suara. Sehingga total perolehan suara Partai Aceh dan Calon Legistlatif (Caleg) di Dapil Aceh 5 berjumlah 217.998 suara.

Presiden PKS, Sohibul Imam

Secara terpisah pada hari sama, Senin (10/4/2017), Presiden PKS Sohibul Imam menyatakan mundur karena ingin lebih fokus pada DPP PKS.

Dikutip republika.com, Selasa (11/4/2017) Sohibul menerangkan sejak memegang amanah sebagai Presiden PKS, baru bulan lalu Badan Pekerja Majelis Suro memintanya mundur. Petimbangannya kata dia, karena Sohibul diminta fokus pada DPP PKS.

“Badan pekerja Majelis Suro meminta agar saya mundur dari DPR dengan pertimbangan agar fokus (Presiden PKS),” kata dia.

Ia mengaku ada yang bertanya mengapa tidak membuat pernyataan terkait pemberhentian tersebut. Sohibul beralasan masih menunggu surat keputusan Presiden (keppres) Joko Widodo tentang peresmian penggantian antarwaktu anggota DPR.

“Sudah dikirim ke Presiden jadi tunggu saja adanya keppres dari Pak Jokowi,” kata dia.

Pengunduran diri Sohibul terungkap dalam surat edaran pimpinan DPR per 7 April 2017. Surat yang ditandatangani Ketua DPR Setya Novanto itu ditujukan kepada Ketua KPU itu menyatakan usulan pergantian antarwaktu (PAW) terhadap Sohibul. [Red]

To Top