Ekonomi

Tunggakan DAK Abdya Tahun 2016 Tersisa Rp32 Miliar

ACEHTERKINI.COM | Sejumlah kegiatan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Pemkab Abdya) yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2016 kurang lebih Rp 32 miliar, hingga saat ini masih tertunggak (belum dibayar).

Melalui DAK 2016 tersebut, ada sejumlah paket proyek yang belum terlunasi dan masih tersisa pembayaran hingga harus dilunasi pada tahun 2017. Seperti, paket proyek break water pada Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), proyek gudang industri pada Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag), proyek pembangunan Puskesmas pada Dinas Kesehatan (Dinkes), proyek jalan dan irigasi pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, juga termasuk proyek pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) Rumah Sakit Umum Tengku Peukan (RSUTP) Abdya, serta sejumlah paket proyek lainnya yang masih tertunggak pembayaran.

Plt Sekdakab Aceh Barat Daya,   Drs. Thamrin

Kepada sejumlah wartawan diruang kerjanya, Plt Sekdakab Abdya, Drs Thamrin, Kamis (16/3/2017) menjelaskan, ada beberapa hal yang membuat sejumlah paket proyek melalui DAK 2016 mengalami tunggakan, yakni terjadi perubahan mekanisme transfer dana, kemudian pertanggung jawabannya bersifat perbidang, bukan lagi secara global, sebagaimana pada tahun-tahun sebelumnya.

Hambatan lainnya, kata Thmaren, SKPK terlambat membuat kontrak kerja sejumlah proyek itu, SKPK juga tidak membuat skedul transfer dana pusat, banyak rekanan yang terlambat membuat pertanggung jawaban kegiatan proyek. Demikian juga, sejumlah rekanan dan SKPK yang mengerjakan paket fisik tidak melakukan penarikan termin. Sehingga, proses transfer anggaran DAK jadi terhambat, yang berakibat terjadinya tunggakan.

“Masalah seperti ini bukan hanya didaerah kita saja, namun hampir seluruhnya mengalami hal yang serupa, akan tetapi kita tidak menyalahkan siapapun dalam hal ini, yang jelas mekanismenya yang telah berubah,” tuturnya.

Meskipun demikian, kata Thamren lebih lanjut, Pemkab Abdya sudah menganggarkan kembali dalam DAK sisa kurang bayar. “Itu jika disetujui,” cetus Thamren. Pembayaran tunggakan dimaksud, tambahnya, akan disahkan melalui APBN-P 2017 nanti yang diperkirakan pada bulan Juni-Juli. (Rizal)

To Top