Sosial

Satgas Saber Pungli Banda Aceh Diminta Bekerja Serius

ACEHTERKINI.COM | Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) Kota Banda Aceh diminta lebih serius bekerja untuk menemukan beberapa kasus pungutan liar di Kota Banda Aceh. Ketua Pelaksana Saber Pungli Provinsi Aceh, Kombes Pol Darmawan Sutawijaya mengajak Satgas Saber Pungli menujukkan kepada masyarakat bahwa tim ini benar-benar bekerja.

“Tim Saber Pungli Banda Aceh jangan tidur, tunjukkan kepada masyarakat bahwa kita benar-benar bekerja. Contohlah tim dari daerah lain di Aceh yang sudah gencar bekerja, seperti Kutacane yang sudah menemukan puluhan praktek pungutan liar,” tegas Darmawan dalam pertemuan di Aula Madani Balai Kota Banda Aceh, Kamis (30/3/2017).

Kombes Pol Darmawan Sutawijaya

Darmawan menekankan, dalam menjalankan tugas, Satgas Saber Pungli Banda Aceh agar tidak takut kepada siapapun karena ini merupakan perintah presiden. Ia menjelaskan alasan dikeluarkan Perpres Saber Pungli karena praktek pungutan liar sudah pada tingkat mengkhawatirkan di seluruh Indonesia.

“Jangan takut, tangkap terus, ini adalah perintah presiden. Saya akan memantau terus. Tunjukkan pada masyarakat Banda Aceh bahwa tim Saber Pungli kota ini ada, bila perlu ekspos besar-besaran,” tegasnya.

Sementara itu Wakil Walikota Banda Aceh, Zainal Arifin mengatakan, pembentukan Satgas Saber Pungli merupakan wujud nyata pemerintah dalam memberantas pungutan liar dan upaya untuk mendapatkan kembali kepercayaan masyarakat dan penegakan hukum.

“Praktik pungutan liar merupakan ‘kanker’ yang dapat merusak sendi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

“Selama tiga bulan terakhir, barangkali telah ditemukannya sejumlah dugaan kegiatan praktik pungli di berbagai tempat. Dugaan-dugaan ini harus diusut dan dikaji lebih dalam sampai ke akar-akarnya, agar menjadi pembuktian kepada masyarakat bahwa upaya pemberantasan pungutan liar dilakukan secara maksimal dan serius,” harap Zainal.

Ia berharap jangan sampai ada kasus temuan yang lolos dari operasi tim Saber Pungli, sebab akan sangat memilukan sekali jika seandainya ada praktik Pungli yang malah lebih dulu diketahui dan diembuskan oleh media. “Dengan kecepatan dan kemudahan akses informasi seperti sekarang ini, jangan biarkan setiap temuan menjadi isu, dikarenakan bergulirnya isu-isu Pungli dapat memberikan dampak negatif terhadap kinerja pemerintah,” imbuh Zainal.

Untuk tidak menggangu pelaksanakan tugas pemberantasan pungutan liar di Banda Aceh, Zainal berharap Tim Saber Pungli tidak terkontaminasi oleh kepentingan-kepentingan tertentu yang bisa mengganggu. “Sejauh ini belum ditemukan Aparatur Pemko Banda Aceh yang terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Satgas Saber Pungli,” ungkapnya.

“Kami berharap Kota Banda Aceh bebas dari pungli. Dan semoga pelaksanaan tugas Tim Satgas Saber Pungli mendapat dukungan semua elemen masyarakat. Tanpa dukungan dan peran aktif dari semua pihak, maka pekerjaan Tim Satgas Saber Pungli tidak mungkin dapat berjalan sebagaimana yang kita harapkan,” pungkasnya.

Pertemuan itu dihadiri unsur-unsur Satgas Saber Pungli Banda Aceh yaitu dari Pemko Banda Aceh, Kapolresta, Ombudsman, Inspektorat Aceh, MPU, Kajari, aktivis LSM dan akademisi Universitas Syiah Kuala. [Red]

To Top