Lingkungan

Rugikan Masyarakat, Pemkab diminta Tertibkan Galian C di Abdya

ACEHTERKINI.COM | Sejumlah warga yang berasal dari Desa Pantee Cermen dan Pantee Rakyat, Kecamatan Babahrot, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat untuk menertibkan aktivitas galian C di pantai Sungai (Krueng) Babahrot.

Diinformasikan, pengerukan batu pasir di daerah aliran sungai (DAS) Krueng Babarot itu, disebut-sebut untuk penimbunan badan Jalan 30 meter dari Babahrot menuju Lama Tuha. Bahkan Galian C tersebut diduga tidak mengantongi izin.

Aktfitas Galian C [Ilustrasi]

Di lokasi tebing sungai Desa Pantee Cermin merupakan lokasi terlarang, karena bisa mengancam keselamatan saluran induk irigasi teknis Babahrot di Desa Pantee Rakyat. Lokasi penambangan yang nyaris tak terkendali itu hanya berjarak sekitar 300 meter dari bendungan intake irigasi teknis dan sekitar 100 meter dari saluran induk irigasi teknis Babahrot.

Mustafa selaku Sekretaris Desa (Sekdes) Pantee Rakyat, Kamis (2/3/2017) mengatakan, banyak dampak buruk yang terjadi akibat aktifitas pengerukan tersebut, salah satunya areal perkebunan rakyat akan hilang ditelan erosi. Selain itu aktivitas galian C tersebut juga mengancam saluran induk irigasi teknis Babahrot.

“Banyak kerugian yang akan dialami masyarakat jika Galian C tersebut tidak ditertibkan, untuk itu kami bermohon Pemkab agar mindaklanjutinya,”kata Mustafa dihadapan para Anggota DPRK, sejumlah instansi terkait dan Camat Kecamatan Babahrot dalam audiensi yang berlansung di Ruang Rapat Kantor DPRK setempat.
.
Disamping itu, sejumlah perangkat desa lainnya juga meminta anggota DPRK dan instansi terkait untuk tidak menutup mata terhadap apa yang terjadi di Krueng Babahrot. “Tidak sedikit kerugian yang dialami masyarakat akibat pengerukan itu, apalagi hingga saat ini pengerukan itu masih terus berlanjut,”tuturnya lagi.

Sementara itu, Ketua Komisi C DPRK Abdya, Julinardi menilai kasus galian C ilegal merupakan persoalan yang rumit. Tidak hanya di Krueng Babahrot, aktifitas tak berizin tersebut juga terjadi di seluruh DAS yang ada disembilan kecamatan dalam kabupaten setempat. Dia meminta instansi terkait untuk melakukan pendataan ulang terhadap sejumlah Galian C yang sedang melakukan aktifitas di Abdya.

Kabid Lingkungan Hidup DPRKP dan LH Abdya, Saiful menyebutkan, aktifitas galian C yang terjadi di Krueng Babahrot memang dilarang secara aturan. Dimana, di dalam ketentuannya penambangan hanya bisa dilakukan dengan jarak diatas 500 meter ke hulu dan 1 Km ke hilir dari lokasi irigasi maupun jembatan penyeberangan. “Jika pengerukan disekitar lokasi yang ditentukan itu tetap dilakukan, maka yang bersangkutan telah menyalhi aturan dan harus dihentikan,” kata Saiful singkat.

Dalam pertemuan itu, menghasilkan kesepakatan bersama. Dimana, pihak-pihak terkait akan melakukan peninjauan kembali di lokasi pengerukan. (Rizal)

To Top