Ekonomi

Petani Kecewa, Harga Gabah Anjlok di Abdya

ACEHTERKINI.COM | Sejumlah petani di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengaku kecewa dengan kondisi harga gabah kering panen (GKP) yang kian waktu semakin anjlok. Dipenghujung masa panen, harga gabah berkisar antara Rp.4.400 sampai dengan Rp.4.500/kg.

Pada masa awal panen lalu, harga gabah di Abdya bisa mencapai Rp.5.700/kg, kemudian turun dan bertahan dengan harga Rp.5.300/kg. Agen pengepul mengambil harga gabah tersebut jika padi dipotong menggunakan jasa buruh tani yang masih menggunakan teknik konvensional.

Jika padi dipotong menggunakan alat/mesin pemotong sekaligus perontok, maka harga gabah akan jauh lebih murah. Meski terlihat lebih efektif, akan tetapi harga ditingkat agen pengepul mencapai Rp.4.200/kg.

Ilustrasi

“Kalau sekarang harga gabah sudah turun lagi, untuk gabah yang dipotong menggunakan jasa buruh hanya mencapai Rp.4.500/kg. Sedangkan gabah yang dipotong menggunakan alat/mesin plus perontok seharga Rp.4.000/kg, karena gabah yang digunakan alat/mesin cendrung tidak terlalu kering,” kata Yakop petani di Kecamatan Tangan-Tangan, Selasa (7/3/2017).

Yakop mengaku kecewa dengan harga gabah yang secara perlahan terus mengalami penurunan. Padahal, petani sangat berharap harga gabah tidak terlalu murah. Terkadang hasil yang diperoleh dengan modal yang dikeluarkan saat proses olah tanam hingga panen justru tidak seimbang.

Harga jual gabah di awal musim panen memang terlihat menjanjikan. Namun seiring dengan banyaknya produksi padi, penurunan harga sangat cepat terjadi, bahkan jauh dari harapan petani.

Jika tidak ada penanganan yang serius dari pemerintah, maka memungkinkan terjadinya permainan harga di tingkat agen (tengkulak). Apalagi para petani tidak memiliki alasan lain untuk menjual hasil panen mereka. Sebab ongkos selama proses panen sampai menjadi buliran padi sudah menunggu didepan mata. “Banyak biaya yang harus dikeluarkan, maka terpaksa kami menjual padi yang baru saja dipanen, walaupun harganya murah,” tutur Yakop.

Petani lainnya di Kecamatan Manggeng, Sandiman juga mengutarakan hal yang serupa. Katanya, turunnya harga gabah kering terus dimanfaatkan para agen untuk memborong hasil panen para petani. Para agen berkeliling ke sawah-sawah dan langsung melakukan transaksi pembelian gabah hasil panen milik petani.

Hingga saat ini Pemkab Abdya belum memiliki solusi terkait anjloknya harga gabah. Semoga untuk musim tanam berikutnya, harga gabah tetap memihak pada petani.

Mengenai hal itu, Kabid Produksi Dinas Pertanian dan Pangan Abdya, Hamdan membenarkan kalau harga gabah kering di Abdya mulai turun. Hal itu disebabkan banyaknya petani yang sedang memanen padi.

“Wajar, kalau harga terus turun pada saat memasuki musim penghujung panen. Berbeda dengan di awal panen, jumlah produksi padi masih terbatas, sehingga harga gabah bisa tinggi dan menguntungkan petani yang panen saat itu,” terangnya singkat. (Rizal)

To Top