Sosial

Pengukuran Tanah di Abdya Berlangsung Ricuh

ACEHTERKINI.COM | Sejumlah warga terlibat aksi saling dorong dengan petugas kepolisian yang sedang melakukan pengamanan proses pengkuran tenah milik warga di Desa Baharu, Kecamatan Blangpdie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Kamis (9/3/2017).

Para warga yang terdiri dari kaum ibu rumah tangga (IRT) itu, mengaku sebagai pemilik tanah dan tidak terima kalau tanah seluas 70 x 80 diukur oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) setempat.

Kepolisian Berusaha Melerai Warga Yang Mencoba Menghentikan Pengukuran Tanah di Desa Baharu, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Abdya, Kamis (9/3/2017).

PihaK BPN melakukan pengukuran tanah untuk membuat sertifikat atas nama Sumarni warga Desa Keude Siblah, Kecamatan Blangpidie, yang diketahui sebagai pemilik sah atas tanah tersebut. S

Sebagaimana diinformasikan, tanah dipinggir jalan nasional itu telah dijual oleh warga setempat kepada Sumarni beberapa tahun silam, akan tetapi ada pihak keluarga lain yang tidak terima dan mengaku kalau tanah tersebut masih dalam kasus persengketaan.

Disinyalir bakal munculnya permasalahan dilapangan pada saat pengukuran, maka pihak BPN melayangkan surat kepada Polres Abdya agar memback up proses pengukuran tersebut.

Kepolisian Berusaha Melerai Warga Yang Mencoba Menghentikan Pengukuran Tanah di Desa Baharu, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Abdya, Kamis (9/3/2017).

Saat sedang dilakukan pengukuran oleh BPN, para ibu-ibu itu tidak terima dan langsung menghadang petugas, termasuk melempari dengan batu dan tanah. Akan tetapi pihak kepolisian yang berjumlah 41 personel berusaha menghentikannya dengan meggunakan tameng tanpa melakukan perlawanan meskipun terkena lemparan.

Kapolres Abdya AKBP Hairajadi SH melalui Kabag Ops AKP Awang Bayu didampingi Kasat Reskrim AKP Misyanto membenarkan kalau pihaknya telah menerima surat dari BPN untuk melakukan pengamanan terhadap proses pengukuran tanah di Desa Baharu, Kecamatan Blangpidie.

Dalam kasus perkara tanah itu, BPN sudah mengantongi surat izin untuk melakukan pengukuran dari Mahkamah Agung (MA) RI, sebab kasusnya sudah ingkrah.

“Berdasarkan surat itu, kami bersama dengan 41 personel lainnya lansung ke lokasi untuk melakukan pengamanan,” kata Awang saat ditemui awak media didepan Pos Penjagaan Mapolres Abdya usai insiden tersebut.

Hal serupa juga dibenarkan Kasat Reskrim Misyanto. Pada pukul 10.00 WIB, personel melakukan pengamanan, namun sambutan pemilik tanah lama tidak terima dengan dalih tanah itu masih bersengketa. Mereka tidak mau tau, sehingga lansung memberikan perlawanan dengan melempar batu dan menghadang agar tidak dilakukan pengukuran.

Meskipun begitu anggota dilapangan tidak melawan, justru melakukan pendekatan secara persuasif. “Pengukuran tetap kita kawal sampai selesai menggunakan GPS, walaupun dalam kejadian itu kita sempat terkena lumpur dan saling dorong dengan ibu-ibu itu. Tugas kita disini hanyalah melakukan pengamanan bukan mengeksekusi, karena itu ranahnya BPN dan Pengadilan,” kata Misyanto singkat. (Rizal)

To Top