Hukum

Penetapan Bupati Abdya Terpilih Tunggu Putusan MK

ACEHTERKINI.COM | Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Barat Daya (Abdya) hingga saat ini belum bisa memastikan jadwal penetapan Bupati dan Wakil Bupati Abdya terpilih periode 2017-2022. Pasalnya, KIP masih menunggu hasil putusan sidang dari Mahkamah Kontitusi (MK) di Jakarta terkait gugatan Pasangan Calon (Paslon) Said Syamsul Bahri-Nafis A Manaf.

Dimana, Paslon Said-Nafis demikian sapaan akrabnya, sudah mendaftar ke MK tentang pencoretan beliau dari bursa Kandidat menjelang hari pemungutan suara hingga paslon (Said-Nafis) tidak mendapatkan suara pada hari pemilihan. Gugatan itu dilayangkan Said-Nafis pada Selasa (28/2/2017) lalu sekitar pukul 09.01 WIB melalui Kuasa Hukumnya Safaruddin.

Dijadwalkan, proses sidang di MK akan berlansung pada tanggal 16 Maret 2017 mendatang, selain dihadiri Paslon Said-Nafis, juga akan dihadiri para Komisioner KIP Abdya dan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Abdya.

“Kemungkinan Abdya merupakan yang pertama menjalani sidang di MK dari sederet gugatan lainnya dalam pilkada,” kata Ketua KIP Abdya Elfiza SH MH, Selasa (14/3/2017).

Ketua KIP Abdya Elfiza SH MH

Untuk saat ini, lanjut Elfiza, pihaknya masih menunggu hasil putusan sidang itu. “Kami tidak melihat apakah memenuhi syarat atau tidak, yang jelas MK sudah menerima gugatan Said-Nafis untuk disidangkan nanti,” tuturnya.

Seharusnya, kata Elfiza, penetapan Bupati dan Wakil Bupati terpilih sudah dilaksanakan sebelum tanggal 13 Maret lalu. Mengingat adanya gugatan tersebut, maka jadwal penetapan belum bisa ditentukan.

“Kita tunggu saja hasil putusan MK dulu, jika sudah diputuskan baru akan kita lakukan penetapan. Kalau gugatan tersebut tidak berlanjut, kemungkinan pada awal April mendatang sudah kita lakukan penetapan,” ungkapnya.

Dalam hasil pleno rekapitulasi KIP Abdya pada tanggal 23 Februari 2017 lalu, menunjukkan Paslon nomor urut 1 Akmal-Muslizar meraih suara terbanyak 28.138 atau 35,39 persen. Paslon tersebut unggul dari delapan (8) paslon kandidat lainnya di Abdya.

Disusul Paslon nomor urut 6, Mukhlis MS-Hj Syamsinar dengan perolehan 20.334 suara atau 25,45 persen. Diurutan ketiga paslon nomor urut 9, Erwanto-Muzakir berjumlah 13.108 suara atau 16,49 persen. Dimana, ketiga paslon kandidat tersebut maju melalui jalur partai politik (Parpol).

Sedangkan dari jalur independen (perseorangan), paslon nomor urut 5, Maidisal Diwa-Ruslan memperoleh 7.989 suara atau 10,05 persen. paslon nomor urut 8, Muhammad Qudusi-Hamdani mengantongi 5.346 suara atau 6,72 persen. Kemudian paslon nomor urut 10, Zainal Aripin Yur-Said Azhari memperoleh 1.687 suara atau 2,25 persen.

Selanjutnya, paslon nomor urut 3, Hasbi M Saleh-T Alamsyah Yusfa memperoleh 1.154 suara atau 1,46 persen. Juga paslon nomor urut 2, Muazam-Hermansyah memperoleh 1.137 suara atau 1,56 persen dan terakhir paslon nomor urut 7, H Junaidi-Edwar Rahman memperoleh 501 suara atau 0,63 persen. (Rizal)

To Top