Sosial

Pemuda Pancasila Diminta Kawal MoU Helsinki dan UU PA

ACEHTERKINI.COM | Organisasi Pemuda Pancasila (PP) bukanlah OKP biasa, tapi merupakan organisasi masyarakat yang berbasis kader. Pemuda Pancasila harus menjadi kelompok terdepan mengawal perdamaian Aceh yang tertuang dalam MoU Helsinki dan Undang-Undang Pemerintah Aceh (UUPA).

Demikian sambutan Sekda Aceh, Dermawan saat membuka Musyawarah Wilayah ke VIII Pemuda Pancasila di Asrama Haji, Selasa (7/3/2017) malam.

Muswil ke VIII Pemuda Pancasila Provinsi Aceh di Asrama Haji, Kota Banda Aceh

Ia mengajak organisasi Pemuda Pancasila untuk merapatkan barisan, memperluas jaringan, meningkatkan kapasitas SDM dan merancang program-program terbaik agar berkontribusi lebih besar dalam mendorong kemampuan para pemuda Aceh untuk menciptakan lapangan pekerjaan dengan mengembangkan inovasi dan ekonomi kreatif sehingga para pemuda dapat menjadi penggerak ekonomi Aceh.

Dermawan juga menegaskan Pemuda Pancasila harus menjadi salah satu kelompok terdepan dalam memastikan seluruh isi perdamaian yang dituangkan dalam MoU Helsinki dan Undang – Undang Nomor 11 Tahun 2006 dapat dijalankan oleh eksekutif dan legislatif.

“Untuk menjalankan kedua harapan tersebut, saya harap Pemuda Pancasila senantiasa menjunjung tinggi semangat persaudaraan sebagai sesama anak bangsa dan senantiasa kompak dan bersatu dalam menciptakan rasa aman dan nyaman bagi kehidupan rakyat Aceh,” ujar Dermawan.

Dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-VIII tersebut akan dilakukan pemilihan ketua dan pengurus Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Aceh periode 2017-2022.

Pembukaan Muswil tersebut ditandai dengan pemukulan rapai oleh Sekda Dermawan, Ketua Umum Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Pemuda Pancasila, Japto Soerjosoemarno, Sekjen Sekjen Majelis Pimpinan Nasional, Drs. H. T.M. Nurlif, Kasdam Iskandar Muda, Brigjen TNI Achmad Daniel Chardin, Walikota Banda Aceh terpilih, Aminullah, serta beberapa pejabat lainnya. [Red]

Editor : Firman

To Top