Lingkungan

Pemko Banda Aceh Ajak Warga Matikan 2 Bola Lampu di Malam Earth Hour

ACEHTERKINI.COM | Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh mengajak warga secara sukarela mematikan 2 bola lampu di rumah masing-masing dalam aksi global Earth Hour, Sabtu 25 Maret 2017 pukul 21.00 – 22.00. Ini adalah aksi serentak di 7700 kota seluruh dunia termasuk Banda Aceh  untuk mengurangi dampak pemanasan global akibat  emisi karbon dioksida dari mesin pembangkit listrik.

Pemko juga mengajak perkantoran swasta dan pusat perbelanjaan dapat mengurangi pemakaian energi listriknya selama 1 jam dengan mematikan lampu dan peralatan listrik yang tidak terpakai selama 1 jam. Sejumlah ikon kota juga akan berpartisipasi mematikan lampunya seperti Mesjid Raya Baiturrahman, Museum Tsunami, Museum Aceh, dan Gedung Kodam Iskandar Muda. Pemko juga akan memadamkan lampu di seluruh gedung perkantoran dan lampu-lampu jalan protokol.

Pemanasan global yang menjadi penyebab perubahan iklim menjadi persoalan serius di seluruh dunia. Semua orang harus mengambil peran mereka untuk mencegah perubahan iklim yang lebih parah. Kami mengajak warga kota untuk mengubah gaya hidup menjadi ramah lingkungan dengan melakukan efisiensi pemakaian energi listrik.

Kota Banda Aceh telah berpartisipasi secara resmi dalam Earth Hour sejak 2012. Meski Banda Aceh bukan menjadi kota target karena masih kecilnya pemakaian energi listrik dibanding kota-kota besar lainnya di Indonesia, namun Banda Aceh telah menunjukkan komitmennya untuk memberikan kontribusi bagi upaya dunia menurunkan emisi karbon dioksida.

Pemko Banda Aceh juga telah meluncurkan program-program mitigasi perubahan iklim dengan beberapa kebijakan seperti membangun pengelolaan sampah terpadu, menambah ruang terbuka hijau, adanya kebijakan diet kantong plastic di pusat-pusat perbelanjaan, dan juga telah menjadi percontohan green city di Indonesia.

Aksi Earth Hour digerakan oleh komunitas-komunitas anak muda di Banda Aceh. Perayaan malam puncak Earth Hour akan dipusatkan di Balaikota Banda Aceh.  “Kami mengapresiasi dukungan Pemko Banda Aceh dalam aksi Earth Hour ini,” kata Koordinator Kota Earth Hour Aceh, Rivana Amelia.

Menurut Amelia, Aksi Earth Hour mengajak individu, komunitas, pemerintahan dan korporasi melakukan pengurangan energi listrik. “Ini aksi sukarela semua pihak hanya 1 jam dalam setahun mematikan lampu dan peralatan listrik yang tidak terpakai.”

Menurut Amel, Earth Hour bukan hanya mengajak semua pihak melakukan aksi mematikan lampu 1 jam, tapi juga bagaimana menerapkan gaya hidup ramah lingkungan setelah satu jam itu. Earth Hour Aceh selama ini telah melakukan aksi-aksi lingkungan seperti melakukan adopsi penyu dengan mendukung konservasi penyu di Aceh Besar dan Aceh Jaya, merehabilitasi lahan mangrove di Aceh Besar, dan mengkampanye penghentian dan perburuan satwa.

Tahun ini Earth Hour memberikan penghargaan Environmental Champion pada 2 kelompok pelindung penyu masyarakat yakni Kelompok Penyu Aron Meubanja dari Panga, Aceh Jaya dan Kelompok Konservasi Penyu Lampu’uk. “Kami melakukan penggalangan dana dengan melelang tas lukisan karya seniman Banda Aceh untuk konservasi penyu,” pungkas Amelia. [Red]

To Top