Sosial

Mustafa, Pembuat Miniatur Tradisional Aceh

ACEHTERKINI.COM | Miniatur boat dan sampan khas Aceh itu terbuat dari kayu-kayu bekas. “Selain hobi, kreatifitas ini sudah lama saya geluti,” kata Mustafa ketika dijumpai di rumahnya di Gampong Panton Makmur, Kecamatan Krueng Sabee, Kabupaten Aceh Jaya, Aleuhat (26/3/2017).

Miniatur karya Mustafa ini hanya berbahan kayu bekas. Bahan bakunya ia ambil dari Panglong kayu yang tersebar di Kecamatan Krueng Sabee dan sekitarnya.

Mustafa dan Hasil Karyanya Sampan Tradisional Aceh

Suami dari Yanti yang sehari-hari bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga ini mampu mengolah dan merangkai kayu bekas untuk dijadikan miniature boat, sampan tradisional, penggiling padi tradisional (Leusong/Jeungki), Pemeras (Peunerah), dan rumah adat.

“Alhamdulillah, hasil karya ini bisa memenuhi kebutuhan dua orang anak-anak dan istri yang saat ini sedang hamil anak ketiga,” kata Mustafa.

Selain membuat minatur, Mustafa (40) juga bekerja sebagai operator alat berat di Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Aceh Jaya.

“Penghasilan dari miniatur sangat tergantung pesanan, ini biasanya ada moment-moment tersendiri seperti pameran-pameran yang diselenggarakan oleh pemerintah,” kata dia.

“Harganya tergantung model miniatur yang di pesan, ada minatur boat harganya sampai Rp500 ribu, ada juga yang Rp300 ribu,” tuturnya.

Ia mengaku belum berniat untuk beriklan secara online. “Banyak yang belum di ekspos, saya juga sedang membuat miniature beco dan mobil,” demikian Mustafa. [Arif]

To Top