Hukum

Kasus Perusakan Baliho Partai Aceh di Abdya Dilimpahkan ke Jaksa

ACEHTERKINI.COM | Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh, akhirnya menerima pelimpahan kasus perusakan Baliho di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dari Penyidik Polda Aceh.

Tim penyidik sudah mendalami kasus tersebut lebih kurang selama 6 bulan untuk melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan alat bukti perusakan baliho Bakal Calon (Balon) Bupati Erwanto yang diusung Partai Aceh (PA) dan Gerindra di Abdya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, pada Senin (22/8/2016) lalu, sekelompok orang menurunkan dan merusak baliho balon Bupati Erwanto yang berada di sepanjang jalan nasional, mulai dari ujung Kecamatan Lembah Sabil hingga Kecamatan Babahrot.

Baca Juga : Baliho Erwanto Dirusak, Oknum Kader PA Dipolisikan

Dengan perusakan itu, Balon Bupati Erwanto, yang merupakan Wakil Bupati Abdya aktif (2012-2017) saat ini, membuat laporan ke Polda Aceh. Penyidik Polda Aceh, dibawah Dit Reskrimum, langsung melakukan penyelidikan ke Abdya. Penyidik akhirnya menetapkan sebanyak 8 orang tersangka, termasuk koordinator dan penanggung jawab dalam aksi penurunan dan perusakan baliho dimaksud.

Setelah melalui beberapa kali P19 (melengkapi berkas), dengan petunjuk Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan berdasarkan surat Kejati Aceh nomor: B-514/N.1.4/Ep.1/02/2017, tanggal 6 Februari 2017, perihal pemberitahuan hasil penyidikan atas nama tersangka yang berinisial Km dan kawan-kawan, disangkakan melanggar pasal 170 ayat (1) dan pasal 406 ayat (1), jungto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dinyatakan lengkap (P-21).

Baliho Balon Bupati Abdya, Erwanto Dirusak — dok.acehterkini

Maka, Pada Kamis (23/2/2017) lalu, penyidik Polda Aceh langsung melimpahkan kasus tersebut ke JPU Kejati Aceh. Berhubung kejadian perkara berada di wilayah hukum Kejari Abdya, Kejati Aceh melimpahkan kasus itu pada JPU Kejari Abdya untuk selanjutnya dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Tapaktuan.

Kajari Abdya Abdur Kadir SH MH, melalui Kasie Pidum Firmansyah SH, yang ditemui wartawan diruang kerjanya, Senin (6/3/2017) membenarkan sudah menerima pelimpahan kasus perusakan baliho, berikut tersangka dan barang bukti. “pelimpahan kasus itu sudah kita terima dan segera kita limpahkan pula ke PN Tepaktuan,” katanya.

Pelimpahan kasus tersebut tertuang dalam berita acara dari Polda Aceh Dit Reskrimum kepada Kejari Abdya, nomor B/13/II/2017/SUB DIT I RESUM, perihal pengiriman tersangka dan barang bukti, tanggal 20 Februari 2017.

Dalam kasus ini lanjutnya, tercatat ada sekitar 8 orang tersangka, masing-masing Tgk KM (45) warga Desa Mata Ie Kecamatan Blangpidie. An (52) warga Pantee Rakyat Kecamatan Babahrot. Kl (30) warga Desa Ie Mirah Kecamatan Babahrot. IS (40) warga Lhok Gayo Kecamatan Babahrot.

Kemudian, Sy (46) warga Desa Rukun Damai Kecamatan Babahrot, Ls (46) warga Alue Mangota, Kecamatan Blangpidie. Ml (50) Desa Suka Damai, Kecamatan Lembah Sabil dan SH (39) warga Desa Blang Makmur Kecamatan Kuala Batee. “Berdasarkan pasal 170, ancamannya 5 tahun 6 bulan. Sementara pasal 406 ancamannya 2 tahun 8 bulan,” sebut Firmansyah.

Menurut Firmansyah, kasus perusakan baliho ini, bukanlah kasus pelanggaran Pilkada. Karena, kasus ini terjadi jauh sebelum tahapan Pilkada berlangsung, saat pelapor masih berstatus bakal calon (balon). “Ini murni kasus kriminal umum, bukan pelanggaran Pilkada,” demikian tambahnya. (Rizal)

To Top