Sosial

Kasus Penembakan di Aceh Nodai Demokrasi

ACEHTERKINI.COM | Kasus-kasus penembakan yang terjadi paska Pilkada Aceh 2017 telah menodai proses demokrasi di Provinsi Aceh. Hal tersebut disampaikan sejumlah tokoh dalam Diskusi Publik “Potensi Radikalisme Paska Pilkada di Aceh dan Upaya Penanggulangannya” di 3in1 Coffee, Kamis (9/3/2017).

Acara yang digagas Fraksi Pilkada bersama Kesbangpol Aceh, Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme dan Gerakan Bela Negara (GBN) Aceh itu mengundang sejumlah tokoh yaitu, Prof. Dr. Yusni Sabi, MA, AKBP. Alfian, Drs. Miswar Sulaiman, dan Taufiq Abdullah, MA.

Peristiwa berdarah terhadap salah satu Tim Sukses Pasangan Calon yang terjadi di Aceh Timur telah menodai kesucian demokrasi di Aceh. “Paska Pilkda Aceh menyimpan beragam potensi pemicu terjadinya radikalisme,” kata Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme Aceh, Yusni Sabi.

Namun kata Yusni Sabi pelaksanaan Pilkada tahun 2017 di Aceh jauh lebih tertib dan egaliter dibandingkan pelaksanaan Pilkada di Tahun 2012. Beberapa kabupaten kota di Aceh yang dinilai rawan konflik justru menunjukkan tata laksana Pilkada yang tertib.

Sementara itu Miswar Sulaiman dari DPW GBN Aceh mengatakan, potensi  radikalisme di Aceh paska Pilkada sangat berpeluang terjadi. Ada banyak variabel penyebab munculnya radikalisme baik aspek ekonomi, sentimen, ideologi dan lainnya.

“Salah satu wujud indikasi adanya radikalisme Paska Pilkada di Aceh setidaknya ditandai dengan adanya peristiwa penembakan yang terjadi di Aceh Timur dan diikuti beberapa peristiwa berdarah lainnya di Aceh,” kata Miswar.

Senada dengan Pengamat Politik dan Akademisi Unimal Taufiq Abdullah, paska Pilkada Aceh 2017 masih menyimpan potensi terjadinya radikalisme.

“Aparatur keamanan kiranya perlu melakukan deradikalisasi terhadap berbagai potensi pemicu munculnya radikalisme di Aceh Paska Pilkada,” pesan dia.

Kasubdit Politik Dirintelkam Polda Aceh, AKBP. Alfian juga hadir dalam dialog publik itu. Menurut Alfian paska pelaksanaan Pilkada Aceh 2017 merupakan tanggung bersama dari berbagai komponen untuk menjaga suasana damai.

“Jajaran Polda menghimbau kepada seluruh komponen di masyarakat termasuk para Pasangan Calon (Paslon) dan para Tim Sukses (Timses) kiranya dapat saling bertoleransi satu sama lain,” harap Alfian. [Firman]

To Top