Sosial

IOM dan UNHCR Diminta Peduli Nasib Imigran Sri Lanka di Aceh

ACEHTERKINI.COM | Forum Peduli Masyarakat Miskin (FPRM) menyesalkan sikap pihak Imigrasi yang memindahkan pengungsi asal Sri Lanka dari eks Bangunan kantor Imigrasi Klas II B Lhokseumawe ke Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Medan. “IOM dan UNHCR seharusnya peduli dengan nasib Imigran Sri Lanka di Aceh,” kata Ketua FPRM, Nasruddin.

Dalam keterangannya diterima acehterkini, Selasa (28/3/2017), Nasruddin mengatakan, sebagian para imigran asal Sri Lanka ini adalah pemegang kartu yang dikeluarkan oleh UNHCR.

Imigran Asal Sri Lanka — Ist

“IOM dan UNHCR supaya dapat menindaklanjuti proses pemindahan para pengungsi ini. Alasannya kapasitas Rudenim di Medan sudah over kapasitas, sehingga penampungan tersebut sangat tidak layak, apalagi di saat musim hujan. Lebih baik Imigran Sri Lanka ini tetap berada di eks Bangunan kantor Imigrasi Klas II B Lhokseumawe,” sebut Nasruddin.

FPRM berharap kepada IOM dan UNHCR turut prihatin dengan kejadian ini dan segera memfasilitasi para bayi, anak-anak dan ibu-ibu untuk dibawa ke tempat penampungan berbasis masyarakat yang lebih layak.

Diberitakan sebelumnya ( Baca : 23 Orang Imigran Sri Langka Dipindahkan ke Rudenim Medan) Sebanyak 23 orang imigran asal Sri Lanka dipindahkan ke Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Medan, Sumatera Utara, Senin (20/3/2017). Para imigran ini sebelumnya ditampung di eks Bangun Kantor Imigrasi Kelas II B Lhokseumawe. [Red]

To Top