Ekonomi

Ini Alasan Gubernur Aceh Berjuang untuk KEK Lhokseumawe

ACEHTERKINI.COM | Melalui Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Lhokseumawe ekonomi rakyat Aceh bisa bangkit. “Saya akan berjuang akan berjuang habis-habisan untuk kepentingan rakyat Aceh agar pengusul dan pengelola KEK Lhokseumawe itu adalah Pemerintah Aceh,” kata Gubernur Aceh, Zaini Abdullah di Rumoh Kopi, Aleuhat (12/3/2017).

Gubernur Aceh, Zaini Abdullah

Zaini menjelaskan KEK Lhokseumawe itu terjadi antara Gubernur Aceh, Pemerintah Aceh Utara dan Pemerintah Kota Lhokseumawe. “Presiden RI, Joko Widodo datang ke Aceh karena beliau ingin melihat ekonomi rakyat Aceh bangkit dengan adanya KEK Lhokseumawe ini,” ujar Zaini.

Baca Juga : Tolak Pengelolaan KEK Lhokseumawe, Gubernur Aceh akan Jumpa Presiden Jokowi

Menurut Zaini dalam pertemuan dengan Presiden RI, Joko Widodo, Tanggal 7 Agustus 2015, Pemerintah Aceh dibenarkan sebagai pengusul dan pengelola daripada KEK Lhokseumawe. Point yang paling penting itu, bagaimana meningkatkan ekonomi masyarakat Aceh.

Baca Juga : Alhamdulillah, Jokowi Setuju Lhokseumawe Jadi KEK

Lalu apa yang terjadi begitu datang Plt Gubernur Aceh pada tanggal 17 Oktober 2016 sampai 11 Februari 2017 ? Gubernur Aceh, Zaini Abdullah mengaku kecewa kepada Plt Gubernur karena telah mencampuri urusan KEK Lhokseumawe yang bukan Tupoksinya sebagai Plt.

Menurut Zaini tugas Plt gubernur itu ada tiga yang paling penting yaitu mensukseskan Pilkada 2017, mensukseskan Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) dan mensukseskan SOTK.

“Selama Plt gubernur telah terjadi hal-hal yang tidak saya percaya, Plt menyetujui pengusul KEK Lhokseumawe itu bukan Pemerintah Aceh melainkan Konsorsium BUMN, alasan mereka karena Pemerintah Aceh tidak punya uang,” ungkap Zaini Abdullah seraya mengatakan Plt melakukan sesuau yang tidak benar, komunikasi tidak ada.

Baca Juga : Pemerintah Setujui Lhokseumawe jadi Kawasan Ekonomi Khusus

“Apa yang sudah dilakukan Pertamina pada tahun 70-an, tidak lain menjadikan rakyat Aceh seperti “kambing kurap.” Waktu itu Pertamina ada di Aceh, tidak terjadi pengurangan angka pengangguran,” kenang Zaini Abdullah.

“Ditransfernya aset daripada ExxonMobil kepada Pertamina sangat disayangkan, pada waktu itu Pemerintah Aceh dianggap tidak ada,” keluh Zaini lagi.

Baca Juga : Ini Batas Wilayah Kawasan Ekonomi Khusus Arun Lhokseumawe

“Berani mereka bilang Pemerintah Aceh tidak punya uang, inilah yang menyebabkan saya bersama tim kerja lebih keras lagi dan akan melaporkan kepada Presiden RI, Joko Widodo karena ada perubahan pengusul dari Pemerintah Aceh menjadi konsorsium BUMN,” terang Zaini.

“Saya dengan tim ini akan berjuang habis habisan untuk kepentingan rakyat Aceh. Pemerintah Aceh mesti menjadi pengusul KEK, Pemerintah Aceh yang mengelola, disitu sudah ada aset sebagai modal utama, ini menyangkut harkat daripada orang Aceh, kita harus memegang ini dan bukan artinya kita menolak BUMN,” demikian Gubernur Aceh, Zaini Abdullah. [Firman]

To Top