Hukum

Diduga terkait Pilkada, AJMI Minta Polisi Usut Kasus Penembakan di Aceh Timur

ACEHTERKINI.COM | Aksi kekerasan terus meningkat terjadi di Aceh, semakin membuat suasana tidak nyaman bagi masyarakat. LSM Aceh Judicial Monitoring Institute (AJMI) mendesak pihak kepolisian mengusut secarat tuntas kasus penembakan yang terjadi di Desa Penarun Baru Kecamatan Penarun Kabupaten Aceh Timur, Aleuhat (5/3/2017).

Direktur LSM AJMI, Agusta Mukhtar mengatakan, polisi bertanggung jawab memberikan perlindungan dan memberi rasa aman kepada masyarakat. “Kasus penembakan itu harus diusut sampai tuntas agar tidak terjadi pembiaran,” kata dia dalam keterangan tertulisnya kepada acehterkini, Aluehat.

Agusta Mukhtar

Dikatakannya, kondisi politik yang kian memanas sebelum, menjelang dan setelah Pilkada, jangan sampai dimanfaatkan oleh pihak dan kelompok yang tidak bertanggung jawab yang dapat mengganggu proses perdamaian.

“Kasus penembakan tersebut patut diduga berkaitan dengan Pilkada dan adanya upaya-upaya dari kelompok-kelompok yang belum bisa menerima pelaksanaan Pilkada di Aceh yang sebelumnya secara keseluruhan berlangsung aman dan damai,” ujarnya.

Infomasi yang diterima sebelumnya, pada Aleuhat (5/3/2017) sekitar pukul 05.00 WIB telah terjadi peristiwa penembakan terhadap dua orang tim relawan pendukung Calon Bupati Aceh Timur, Ridwan Abu Bakar yaitu Juman (52) dan Misno (41) warga Desa Peunaron Baru, Kecamatan Peunaron, Kabupaten Aceh Timur.

Peristiwa penembakan itu dilakukan Orang Tak Dikenal (OTK) yang berjumlah empat orang dengan mengendarai sepeda motor.

Ilustrasi

Kedua korban langsung di evakuasi ke RSU dr. Zubir Mahmud Idi dengan didampingi oleh 2 orang anak kandungnya beserta keluarga korban. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter di RSU dr. Zubir Mahmud, kedua korban kemudian dirujuk ke RSU Banda Aceh.

Informasi dari pihak kepolisian setempat, kasus penembakan itu murni kriminal dan tidak ada kaitannya dengan Pilkada. Diperkirakan pelaku menggunakan dua jenis senjata api yaitu laras pendek dan laras panjang.

Saat ini pihak kepolisian dibantu oleh Koramil dan juga BKO Brimob Sumatera Selatan sedang menelusuri jalan yang diperkirakan pelarian para pelaku OTK ke arah Desa Srimulya Kecamatan Peunaron, Kabupaten Aceh Timur. [Red]

Editor : Firman

To Top