Lingkungan

Buka Lahan Pertanian, Warga Saree Masih Tebang Pohon

ACEHTERKINI.COM | Kerusakan ekosistem di Aceh selama ini disebabkan oleh lemahnya fungsi pengawasan. Wakil Rektor II Universitas Syiah Kuala, Prof. Dr. Husni SH, M.Hum mengatakan, pengawasan terhadap kebijakan moratorium logging yang diterapkan Pemerintah Aceh masih lemah.

“Meskipun sudah ada larangan penebangan hutan, tapi masyarakat di Saree, Kabupaten Aceh Besar masih menebang pohon untuk membuka lahan pertanian,” kata Husni dalam diskusi membahas strategi tata kelola hutan Aceh di Balai Senat Unsyiah, Kamis (30/3/2017).

Penebangan Pohon [Foto Ilustrasi]

Ia menjelaskan kalau pengawasan tidak ada, penegakan hukum juga tidak akan terjadi. “Maka kita perlu bekerja bersama-sama untuk mengurangi dampak kerusakan hutan ini,” ujar Prof. Dr. Husni dalam diskusi itu.

Diskusi ini juga mengundang anggota DPD RI asal Aceh, Rafli. Pada kesempatan itu Rafli mengungkapkan pengelolaan lingkungan dan hutan Aceh semestinya bisa lebih mudah jika semua pihak sepakat kalau pengelolaan hutan Aceh dikembalikan ke masyarakat.

“Fungsi pemerintah hanya mendampingi dan bersinergi, kembalikan hutan itu pengelolaannya kepada masyarakat adat,” kata Rafli dalam diskusi yang digagas Pusat Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Syiah Kuala (PSIP Unsyiah) bersama sejumlah LSM di Aceh. [Red]

To Top