Ekonomi

Bantuan Korban Jatuhnya Crane di Arab Saudi Tunggu Penerbitan Cek, Aceh Satu Orang

ACEHTERKINI.COM | Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dan Kedutaan Besar RI (KBRI) Riyadh terus menindaklanjuti rencana Pemerintah Arab Saudi untuk memberikan kompensasi bagi korban/ahli waris korban jatuhnya crane di Masjidil Haram. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi telah meminta KBRI untuk terus berkomunikasi dengan pihak terkait di Riyadh.

Jatuhnya Crane di Masjidil Haram, Makkah [Foto : Dream.co.id]

Menanggapi permintaan KBRI Riyadh, pada tanggal 19 Februari 2017 Kemlu Saudi telah menyampaikan nota tertulis yang intinya menyampaikan bahwa proses verifikasi korban crane dari warga negara Indonesia telah selesai sehingga tinggal menunggu penerbitan cek oleh Kementerian Keuangan Arab Saudi.

“Pemerintah Arab Saudi telah membentuk tim untuk mempercepat proses pembayaran tersebut,” tulis Menlu RI, Retno Marsudi dilansir laman Kemenag RI, Aleuhat (5/3/2017).

Senada dengan Menlu, dalam kesempatan Raker dengan DPR pada 14 Februari 2017 lalu, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin juga menegaskan bahwa santunan yang dijanjikan Pemerintah Arab Saudi akan diberikan kepada keluarga korban musibah jatuhnya crane di Masjidil Haram masih diproses.

“Pemerintah Indonesia, melalui Konsulat Jenderal (Konjen) RI di Jedah telah melengkapi data/berkas nama-nama korban yang dibutuhkan pemerintah Arab Saudi dalam pencairan bantuannya. Dari pantauan kami, mereka masih memproses bentuk bantuan tersebut,” terang Menag.

Penyelenggaraan ibadah haji 1436H/2015M diwarnai dengan musibah jatuhnya crane di Masjidil Haram pada Jumat, 11 September 2015. Tercatat ada 12 jamaah haji Indonesia yang wafat dan lebih dari 45 jamaah lainnya luka-luka.

Pemerintah Arab Saudi menjanjikan santunan sebesar 1 juta Saudi Riyal untuk keluarga korban yang wafat dan korban luka yang menyebabkan cacat fisik atau luka berat, serta 500 ribu Saudi Riyal untuk korban luka lainnya.

Diketahui, korban luka Jamaah Haji asal Aceh akibat jatuhnya crane di Masjidil Haram, 11 September 2015 lalu sebanyak satu orang, yaitu Nasriah Binti Muhammad Abdurrahman  kloter 01 embarkasi Banda Aceh.

Baca : Alhamdulillah, Jamaah Calon Haji Asal Aceh, Nasriah Sudah Mulai Membaik

Nasriah menjalani operasi kedua kakinya akibat jatuhnya alat berat tersebut.Nasriah Binti Muhammad Abdurrahman ini adalah warga Lam Ara, Kecamatan Banda Raya, Kota Banda Aceh. [Red]

To Top