Sosial

Banda Aceh Kota Rawan Bencana

ACEHTERKINI.COM | Berdasarkan letak geografis, Kota Banda Aceh berada di daerah yang rawan bencana. Hal tersebut disampaikan Walikota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal saat menjadi salah satu panelis pada Forum Indonesia-Australia Bussiness Week 2017 yang berlangsung di The Ritz-Carlton Jakarta, Selasa (7/3/2017).

“Kota kami (Banda Aceh) adalah kota yang cukup parah merasakan dampak gempa dan tsunami sekitar satu dekade yang lalu. Kami pernah mengalami bencana banjir yang cukup parah, merasakan buruknya bencana badai tropis dan kebakaran. Kami belajar dari bencana yang kami derita, menganalisis biaya bencana dan membangun upaya terbaik kami untuk berinteraksi dengan bencana,” sebut Illiza dalam presentasinya berjudul “Building Innovative and Climate Smart City”.

Illiza Sa’aduddin Djamal Menjadi Panelis Forum Indonesia-Australia Bussiness Week 2017 di The Ritz-Carlton Jakarta

Menurut Illiza, presentasi yang disampaikannya merupakan manifestasi dari tekad yang kuat dan komitmen Kota Banda Aceh terhadap isu global tentang pembangunan berkesinambungan yang diimplementasikan pada level lokal, baik pada level masyarakat maupun pada level kota.

“Dengan kata lain, Banda Aceh menerapkan prinsip ‘berfikir global dan bertindak lokal’. Kami berkeyakinan bahwa pemikiran dan pengalaman kami akan ada manfaatnya bagi forum ini,” sebut Illiza seraya memaparkan berdasarkan letak geografis Banda Aceh berada di daerah rawan bencana.

“Kota kami adalah kota yang cukup parah merasakan dampak gempa dan tsunami sekitar satu dekade yang lalu. Kami pernah mengalami bencana banjir yang cukup parah, merasakan buruknya bencana badai tropis dan kebakaran. Kami belajar dari bencana yang kami derita, menganalisis biaya bencana dan membangun upaya terbaik kami untuk berinteraksi dengan bencana,” sebutnya.

Ia menambahkan, curah hujan yang tinggi juga mengakibatkan tingginya ancaman bencana banjir di Banda Aceh dan pihaknya bekerja sangat keras untuk mengatasi masalah banjir.

“Untuk itu kami merencanakan sistem pengendalian banjir dan kota kami adalah salah satu kota di Indonesia yang tidak terdampak banjir bulan Januari yang lalu,” sebutnya lagi.

Masih menurut Illiza, pengalaman tsunami 2004 meningkatkan kesadaran pemerintah dan masyarakat Kota Banda Aceh tentang arti pentingnya mitigasi bencana sebagai bagian intergral dari perencanaan pembangunan.

“Tujuan utamanya adalah untuk beradaptasi dengan kondisi rawan bencana dengan cara mengimplementasikan strategi kota tahan bencana. Strategi ini terdiri atas aspek fisik dan non fisik,” tambah Walikota Banda Aceh.

Mengingat Banda Aceh kota yang rawan bencana, sambung Illiza, pihaknya terus melakukan pelatihan penangulangan bencana, sosialisasi, simulasi dan pelatihan tentang kebencanaan secara rutin bagi masyarakat.

Illiza tampil dalam sesi diskusi panel bertema “Building An Indonesia-Australia Resilient City Network” bersama Wali Kota Bogor Bima Arya, Director Adelaide Design Link Phil Donaldson, Director Strategic Outcome and Development City of Parramatta Sue Weatherley, dan Kepala Badan Lingkungan Hidup Balikpapan Suryanto. [Red]

To Top