Sosial

Suhu politik di Aceh meningkat Tgk H Faisal Ali angkat bicara

ACEHTERKINI.COM |  Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tgk H Faisal Ali angkat bicara terkait suhu politik yang meninggi dalam masyarakat yang sedang menanti perhitungan hasil Pilkada 2017 di Aceh.

Ia bukan mengomentari polemik yang sedang terjadi, tapi ia hanya memberi nasihat kepada semua kubu kontestan supaya bersabar dan tidak merespons secara berlebihan hasil pilkada yang dirilis oleh banyak pihak, termasuk pasangan calon sendiri.

“Semua kita diharapkan berpegang pada hasil yang resmi dari KIP, tidak perlu merespons dan memberikan tanggapan pada berita atau data yang tidak resmi,” ujar ulama yang akrab dipanggil Lem Faisal.

Kepada pasangan calon yang telah menganggap dirinya menang pada kontestasi Pilkada Aceh 2017 diingatkan agar tidak euforia. Mereka juga diminta tidak mengeluarkan pernyataan yang bisa memancing emosi pihak lain. “Bagi yang kalah juga jangan melakukan hal-hal yang bertentangan dengan hukum,” sebutnya.

Lem Faisal mengatakan, semua masyarakat Aceh saat ini punya satu kesamaan dan satu tujuan yaitu menjaga terus perdamaian yang telah dirajut selama ini. Untuk persoalan penghitungan suara dan hasil akhir, Lem Faisal mengimbau masyarakat agar memberi kesempatan kepada KIP dan pihak terkait untuk bekerja secara baik dan bertanggung jawab.

Seruan untuk bersabar juga disampaikan Juru Bicara Pusat Partai Aceh, Suaidi Sulaiman atau yang akrab disapa Adi Laweueng. Kepada masyarakat Aceh dan tim pendukung Mualem-TA Khalid, Adi Laweueng meminta semuanya untuk bersabar dengan hati yang tenang, menunggu kinerja penyelenggara Pilkada Aceh dalam merekapitulasi semua suara.

“Kita semuanya bersabar menunggu hasil dari KIP yang nantinya menetapkan siapa yang akan menjadi gubernur dan wakil gubernur Aceh terpilih,” pungkas Adi Laweung.

Hal senada juga disampaikan pihak Polda Aceh melalui Kabid Hamas Kombes Pol Goenawan. Ia mengimbau masyarakat yang terlibat dalam tim pemenganan, pendukung, simpatisan, untuk menjujung tinggi sikap demokrasi.

Goenawan juga meminta kepada masyarakat agar tidak berkomentar berlebihan di media sosial. Sangat disayangkan, lini masa dunia maya dalam beberapa waktu terakhir karena momentum pelaksanaan pilkada, telah membuat masyarakat resah, membuat suasana yang tidak nyaman.

“Jangan sampai membentuk opini miring di masyarakat,” tambahnya.

Ya, kita sangat sependapat dengan seruan yang disampaikan Lem Faisal, Adi Laweueng, dan Kombes Pol Goenawan. Sebab, sesungguhnya kita sangat bisa memahami bagaimana “kebeletnya” banyak orang untuk bisa segera mengetahui hasil Pilkada yang resmi. Ketidaksabaran masyarakat itu juga terlihat di dunia maya. KIP dan KPU dianggap terlalu lambat bekerja menghitung suara hasil Pilkada.

Tentu, kita juga ikut punya perasaan demikian dan karenanya kita mendorong KIP dan KPU supaya bekerja lebih cepat. Namun, kita juga mengingatkan, bekerja cepat bukan berarti boleh sembarangan. Sebab, kalau ada yang kalah atau ada yang menang tidak boleh karena kesalahan KIP atau KPU, tapi karena memang suara masyarakat.

Kita mendorong pihak-pihak jika ada yang merasa dicurangi untuk menempuh jalur hukum agar pesta demokrasi ini benar-benar bersih pelanggaran.

sumber aceh.tribunnews.com

To Top