Nasional

Pilkada DKI Jakarta -Agus, Ahok atau Anies. Siap yang terpental?

ACEHTERKINI.COM | Kendati bukan hasil resmi KPU, penghitungan-penghitungan cepat (quick count) dianggap cukup terpercaya untuk menggambarkan hasil sebenarnya. Karenanya, para calon yang bersaing mengikuti dengan cermat hasil-hasil penghitungan cepat yang dilakukan berbagai lembaga itu, melalui layar-layar televisi, di markas masing-masing.

Pilkada DKI Jakarta -Agus, Ahok atau Anies. Siap yang terpental?

Penghitungan cepat mulai berlangsung sekitar pukul 13:00 WIB, sesudah ditutupnya TPS-TPS.

Anies yakin menang

Anies Baswedan, yang berpasangan dengan Sandiaga Uno, adalah satu-satunya yang eksplisit mengungkapkan keyakinan.

Usai memilih di TPS 028 Cilandak, Jakarta Selatan, ia mengatakan, “kami yakin kita akan mendapat perolehan yang sangat memuaskan.”

“Insya Allah kita akan siap untuk masuk ke fase berikutnya, merasa yakin, bismillah kita akan memenangkan pilkada ini. Belum tahu, dua putaran atau tidak, tapi di fase ini kami yakin akan mendapat hasil yang memuaskan.”

Berbagai jajak pendapat memang menunjukkan, Anies yang sempat terpuruk di awal-awal kampanye, mendapat lonjakan dukungan, dan menempati posisi kedua.

Anies akan mengikuti proses penghitungan cepat di markas pemenangan mereka di Cicurug, kawasan Menteng.

Agus tak mau berandai-andai

Calon gubernur DKI Jakarta nomor urut satu, Agus Harimurti Yudhoyono, akan mengikuti penghitungan cepat di Wisma Proklamasi, bersama Tim Pemenangan mereka.

Agus melakukan pencoblosan sekitar pukul 09.00 WIB di TPS dekat rumahnya di Rawa Barat, Jakarta Selatan. Ia kemudian meluncur bersama isterinya ke rumah ayahnya, mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang juga Ketua Umum Partai Demokrat, di kawasan Kuningan, lalu meluncur ke Wisma Proklamasi.

Dalam sebagian besar sejumlah jajak pendapat terbaru, pasangan calon Agus Yudhoyono – Sylviana Murni berada di posisi terakhir, melorot dari perhitungan jajak pendapat pada masa awal kampanye, yang justru menempatkan mereka di tempat pertama.

Jika kecenderungan ini benar-benar terwujud di bilik suara, Agus-Sylvi akan terpental.

Usai pencoblosan di lingkungan rumahnya, bisa diduga Agus ditanyai para wartawan tentang bagaimana ia memandang peluangnya: lolos ke putaran kedua, atau terpental.

Agus tak menjawab tegas, dan melontarkan ungkapan yang berfalsafah.

“Kalau mengenai hasil, tidak mungkin saya berandai-andai,” katanya.

AGus menambahkan pula, bahwa “Saya hanya ingin perjuangan yang telah saya mulai, mudah-mudahan hasilnya terbaik untuk saya pribadi, untuk keluarga besar juga untuk warga Jakarta yang menginginkan perubahan yang menitipkan harapan mereka ke Agus-Sylvi.”

Ia juga tak hendak terlibat terlalu jauh dengan kisruh saling tuding antara ayahnya, Susilo Bambang Yudhoyono dengan Antasari Azhar, kbekas Ketua KPK yang baru saja mendapat grasi.

Ahok menghindar

Sang gubernur petahana, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, setali tiga uang. Ia menghindar dari pertanyaan wartawan tentang hal ini.

Ia justru menyampaikan seruan mencoblos secara umum.

“Saya berharap warga DKI bisa berbondong-bondong memberikan suara. Kalau tidak dapat surat undangan, tinggal bawa KTP dan KK. kalau ditemukan ada yang palsu, KTP yang janggal itu dilaporkan.”

Ahok mengatakan, dia akan mengikuti penghitungan cepat dari Rumah Lembang, markas pemenangan kubunya, yang selama ini digunakan juga untuk bertemu dengan para pendukungnya.
Dalam berbagai jajak pendapat terbaru, Ahok unggul dari dua pesaingnya, namun baru di kisaran 30% hingga 40%, jauh dari kemungkinan menang satu putaran.

Para pengamat memperkirakan Ahok akan lolos mudah ke putaran kedua, namaun akan berhadapan dengan tantangan lebih pelik untuk bisa menang di putaran final.

Sesudah hasil hitung cepat

Hasil hitung cepat akan segera diketahui dan akan segera terjawab, apakah hasil-hasil jajak pendapat terbaru akan tercermin di bilik-bilik suara? Atau apakah justru bilik-bilik suara memiliki logikanya sendiri?

Mungkin juga, apakah kisruh SBY-Antasari Azhar berpengaruh terhadap pilihan warga? Hal ini patut dipertanyakan mengingat SBY dalam rangkaian cuitannya mengungkapkan keyakinan bahwa langkah Antasari ditujukan untuk membuat pasangan Agus-Sylvi kalah.

Dan apakah calon yang terpental akan segera menerima hasil, memberikan pernyataan mengakui kekalahan? Atau mengatakan akan menunggu hasil penghitungan resmi KPU yang baru akan keluar berbelas hari mendatang? – BBC

To Top