Sosial

PA Temukan Kejanggalan Pada Tampilan Data di Website KPU Kader Dihimbau Tetap Tenang

ACEHTERKINI.COM | Menghadapi isu yang berkembang Parta Aceh (PA) menghimbau seluruh kader dan tim pemenangan pasangan calon (paslon) Muzakir Manaf-TA Khalid tetap tenang.

Imbauan itu disampaikan Juru Bicara PA, Suadi Sulaiman alias Adi Laweung dalam konferensi pers, Senin (20/2) pukul 21.10 di Kantor Dewan Pimpinan Aceh (DPA) PA, Jalan Mr Mohd Hasan, Batoh, Banda Aceh. Konferensi pers ini dihadiri petinggi PA dan kader serta puluhan wartawan dari media cetak dan elektronik.

PA Temukan Kejanggalan Pada Tampilan Data di Website KPU

Seluruh tim di tingkat kabupaten/kota, kecamatan, dan gampong diserukan terus mengawal proses penghitungan suara di wilayah masing-masing.

“Kepada seluruh jajaran PA/KPA kami minta untuk tidak terpengaruh terhadap provokasi lawan dan pemberitaan. Tetap siaga dan ikuti perintah komando pusat,” tegas Adi Laweung.

Dalam kesempatan tersebut Adi Laweung menyampaikan bahwa pihaknya harus menyikapi perkembangan rekapitulasi suara saat ini yang diwarnai dengan klaim-klaim kemenangan oleh paslon tertentu.

Adi Laweung menyatakan kejanggalan pada tampilan data di website KPU yang dipublikasi pada 19 Februari 2017.

Dia menambahkan bahwa pihaknya menemukan perbedaan suara antara data KPU dengan bukti fisik (form C1 KWK) di TPS Gampong Leles, Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur untuk pasangan nomor urut 6 atas nama Irwandi Yusuf dan Nova Iriansyah. “Pada versi form C1 KWK terdapat 12 suara, sedangkan versi Situng KPU 212 suara,” ujarnya.

Dia melanjutkan, “hasil rekapitulasi suara Kecamatan Serbajadi, Aceh Timur juga berbeda antara versi Situng KPU dengan Form DA1 untuk pasangan Irwandi-Nova. Versi Situng KPU merilis 843 suara sedangkan versi DA1 berjumlah 643 suara.”

“Kami dapat membuktikan kejanggalan itu lewat beberapa contoh yang diambil dari Situng KPU dan form C1 KWK yang sedang diverifikasi dan validasi oleh tim pengendalian suara Partai Aceh,” tambahnya.

Selain kejanggalan data, kata Adi, isu peretasan yang sudah diakui oleh KPU RI juga harus diklarifikasi.

“Maka dari itu kami meminta agar KPU mengungkapkan apa sebenarnya yang terjadi dan siapa yang meretas,” tandasnya seraya menyebut jika semua pelanggaran tersebut tidak digubris, pihaknya siap menempuh jalur hukum.

Saat ditanya apakah PA memiliki data resmi terkait total suara dari form C1 KWK, Adi Laweung mengaku ada. “Kami punya form tersebut, namun hingga malam ini tim masih bekerja memvalidasi semua form C1 itu,” sebutnya.

Selain itu, lanjut Adi, pihaknya tidak ingin mendahului penyelenggara Pilkada. Karenanya Tim Pemenangan akan menunggu hingga pleno nanti.

Adi juga tidak ingin berkomentar terkait persentase perolehan suara pasangan Muzakir Manaf-TA Khalid dan siapa yang unggul sementara saat ini. “Kami tidak mau mengatakan itu sekarang, kita tunggu hasil KIP saja nanti,” tukasnya seraya menutup konferensi pers yang dihadiri ratusan orang itu.

To Top