Politik

Konflik PDIP Aceh Jaya Berlanjut, Kader dan Simpatisan Mengundurkan Diri

ACEHTERKINI.COM | Pasca dinonakfikannya T. David Safrizan sebagai Sekjen PDIP Aceh Jaya, sejumlah kader dan simpatisan PDI-P Kabupaten Aceh siap meletakkan jabatan untuk mendukung Calon Gubernur Aceh, Muzakir Manaf.

Hal tersebut disampaikan Teuku David Safrizan bersama sejumlah kader dan simpatisan dalam konperensi pers di ruko Pemda, Sabtu (04/02/2017).

Kader PDIP Aceh Jaya bersama T David Safrizan Beralih Mendukung Muzakir Manaf – TA Khalid

David berharap agar tidak ada lagi statement baik di media cetak maupun di media elektronik yang menyampaikan bahwa keputusan ini adalah dari diri saya pribadi. Menurutnya sikap ini terbukti bahwa ini adalah keputusan dari para kader dan simpatisan PDI-P Kabupaten Aceh Jaya.

“Saat ini sudah 70 orang baik itu kader dan simpatisan PDI-P yang telah menandatangani bahwa mereka akan keluar dari PDI-P, dan kami akan terus mendata itu,” ujarnya.

Dasar kami mendukung Muzakir Manaf, kata David adalah karena kami melihat perkembangan dilapangan bahwa Muzakir Manaf – TA Khalid akan menang, oleh karena itu kami dari PDI-P Mendukung satu paket di Aceh Jaya.

“Adapun kader yang ikut mundur atas penonaktifan saya dan siap menyerahkan SK adalah Wakil Sekjen PDI-P, Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) PDI-P, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Kecamatan  Teunom,  Setia Bakti, Pasie Raya PDI-P, dan BAPILU PDI-P, dan itu bukan ungkapan saya pribadi,” kata David.

Menanggapi masalah itu, Ketua DPC PDI-P Kabupaten Aceh Jaya, Abdul Razak saat dihubungi acehterkini mengatakan, aturan partai itu jelas tegak lurus tak ada bengkok-bengkok.

“Saat ini PDI-P Pusat tetap mendukung Pasangan Calon Gubernur Aceh Irwandi Yusuf – Nova Iriansyah, kalau ada kader mendukung pasangan lain berarti menyalahi keputusan partai,” kata Abu Razak.

“Terserah David Safrizan mau bilang apa, yang jelas aturan partai tegak lurus,” katanya.

Menurut Abdul Razak masing-masing punya hak sendiri, tidak bisa kita paksakan. Kalau David sudah diberikan surat non aktif dan kalaupun ada orang lain ikut silahkan tidak ada paksaan. “Walaupun hanya satu orang, itulah kader partai,” tutup Abdul Razak. [Arif]

To Top