Layanan Publik

Kominfo dan Twitter Kerjasama Berantas Konten Negatif di Media Sosial

ACEHTERKINI.COM |  Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama dengan Twitter telah sepakat untuk bekerjasama dalam memberantas konten negatif di media sosial melalui literasi masyarakat, serta penanganan serius terhadap akun dengan bermuatan negatif. Hal ini disampaikan oleh Direktur Aplikasi Informatika, Samuel Abrijani Pangerapan, pada konferensi pers pada hari Senin 20 Oktober, di Gedung Utama Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta.

foto kominfo

“Kemkominfo dan Twitter mempunyai keprihatinan yang sama atas permasalahan yang muncul di media sosial, terutama terkait fake news, aktivitas teroris di sosial media, konten yang berbau SARA, dan perilaku kasar di Twitter. Twitter akan lakukan sosialisasi pendidikan sekaligus memerangi bersama akun-akun teroris dengan take down akun yang mempromosikan terorisme, kebencian. Take actionnya akan lebih cepat,” tegas Samuel dikutip dari laman resmi Kemkominfo.

Kesepakatan yang dicapai tersebut merupakan hasil dari pertemuan yang telah dilakukan sebelumnya di hari yang sama antara Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, dengan Twitter yang diwakili oleh Kathleen Reen dari Twitter Asia-Pacific dan Agung Wicaksono dari Twitter Indonesia.

Lebih lanjut Samuel mengatakan bahwa, seperti halnya Facebook, pertemuan dengan Twitter ini bertujuan untuk meningkatkan service level agreement kepada publik dan juga pemerintah apabila ada permintaan yang berkaitan dengan pelanggaram hukum yang berlaku di Indonesia.

Sementara itu terkait pemberantasan berita hoax, Twitter saat ini sedang mengembangkan engine agar algoritma yang terdapat dalam mesin tersebut dapat membantu mengatasi fake news. Lebih lanjut Samuel menyampaikan bahwa pemerintah dan Twitter juga akan fokus bekerjasama dalam memahami konteks untuk menentukan suatu pelanggaran di media sosial.

“Kita punya standar UU, mereka juga punya standar. Belum tentu yang melanggar di kita terhitung melanggar di mereka. Ini yang kita inginkan ada kesepahaman, kita akan bekerjasma untuk meningkatkan respons dengan tim dalam memahami konteks di media sosial,” tegas Samuel dikutip dari laman Kemkominfo.

To Top