Sosial

Jual Bakso Babi, Usaha Penggilingan di Aceh Tengah Dihentikan

ACEHTERKINI.COM | Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah mulai menghentikan usaha pengilingan bakso di kawasan Blang Kolak II, Takengon. Plt Bupati Aceh Tengah, Alhudri mengatakan langkah awal pemerintah telah menghentikan sementara operasional usaha penggilingan terindikasi menjual bakso mengandung daging babi di Blang Kolak II Takengon.

Secara marathon, kata dia juga akan dilakukan pemeriksaan usaha penggilingan dan warung bakso lainnya untuk mengetahui lebih lanjut indikasi kandungan daging babi atau bahan baku terlarang.

Alhudri

“Masyarakat diharapkan untuk tidak resah, Pemerintah Daerah dengan Polres Aceh Tengah akan menindak tegas pelaku dan melakukan pemeriksaan setiap usaha bakso yang ada,” ujar Alhudri, Rabu (1/2/2017).

Indikasi adanya bahan baku bakso terkontaminasi daging babi ditemukan oleh Balai Veteriner Medan di Takengon setelah melakukan pengujian surveilans/monitoring cemaran mikroba pada 29 November – 2 Desember 2016 lalu.

Hasil pengujian Balai tersebut terungkap ada usaha penggilingan bakso yang positif BBCPCR atau Spesies Babi Polymerase Chain Reaction (PCR) Konvensional. Informasi tersebut cepat menyebar ditengah masyarakat dan sempat membuat keresahan.

Menurutnya sebagai daerah yang berpenduduk mayoritas muslim, Aceh Tengah maupun Aceh umumnya, seharusnya pedagang atau pihak terkait menyadari wajibnya memperdagangkan produk halal. [Red]

To Top