internasional

Industri Susu Australia Mulai Alami Masa Sulit

ACEHTERKINI.COM | Di tengah terpaan isu kekeringan, banjir, deregulasi dan krisis keuangan global yang terjadi belakangan ini, industri susu tidak pernah mengalami masa sulit sepanjang tahun keuangan ini.

Berdasarkan Laporan Situasi dan Outlook dari lembaga induk industri Dairy Australia, para peternak sapi perah kemungkinan akan menghasilkan 700 juta liter lebih sedikit susu tahun ini dibandingkan tahun lalu, dan prediksi ini akan menandai produksi terendah dalam kurun waktu 21 tahun terakhir.

Ilustrasi

Kecuali pada 1995-1996, peternak sapi perah Australia belum pernah memproduksi susu kurang dari sembilan miliar liter. Laporan ini memprediksi tahun ini industri susu Australia hanya akan memproduksi 8,8 miliar liter susu.

Menyusutnya pasar dunia, penurunan harga secara retrospektif oleh industri pemrosesan susu utama yakni Fonterra dan Murray Goulburn, serta kondisi cuaca yang basah dan sulit selama musim dingin, semua faktor ini menjadi sebab berkurang signifikannya produksi susu Australia.

Analis senior dari Dairy Australia, John Droppert mengatakan kawasan utama penghasil susu di bagian Utara Victoria terdampak dari krisis susu ini. “Produksi susu mereka turun sekitar 18 persen dalam total volume, angka ini merupakan volume produksi susu yang cukup besar,” katanya.

Penurunan produksi susu juga telah menyulitkan prosesor susu untuk menjaga volume kebutuhan susu mentah yang memadai untuk diproses di pabrik-pabrik mereka. “Berkurangnya produksi susu sudah pasti berarti semakin sedikit  produk yang tersedia di pasar untuk dapat dikapitalisasi di pasar yang meningkat,” kata Droppert.

“Itulah masalah bagi industri pemrosesan susu dan pada akhirnya itu akan menjadi masalah bagi para peternak.”

Droppert meyakini tekanan atas pasokan membuat industri pemrosesan susu bersaing lebih keras atas harga yang harus mereka bayarkan ke peternak untuk produk susu mereka.
Konsumsi meningkat

Disaat hasil produksi susu peternak sapi perah Australia menurun, sejumlah angka justru menunjukan kenaikan, yakni tingkat konsumsi susu warga Australia justru bertambah. Merespons krisis susu ini, warga Australia malah mulai membeli lebih banyak produk susu.

Total penjualan susu bertambah di Australia sebanyak 2,4 persen selama 12 bulan hingga Januari lalu. Droppert mengatakan warga Australia beralih ke susu jenis full cream atas jenis produk susu rendah lemak.

”Kita melihat adanya peralihan yang besar, di kawasan tingkat pertumbuhan sembilan persen ke produk susu full cream. Anda perlu ingat ini merupakan kategori yang matang sehingga pertumbuhan sebesar sembilan persen itu merupakan tingkat peralihan yang cukup signifikan,” katanya.

Produk bermerek
Selera warga Australia terhadap produk susu bermerek juga terus berlanjut sejak krisis susu dimulai April lalu. Ketika itu warga Australia umumnya berhenti membeli susu bermerek khusus yang dikeluarkan toko ritel seharga satu dolar AS per liter dan beralih ke produk susu berlabel.

Porsi cakupan penjualan susu bermerk tiba-tiba saja tumbuh signifikan dari level terendah sebesar 34 persen menjadi lebih dari 48 persen di pasaran.

Sumber : Republika

To Top