Ekonomi

Hadapi MEA, Pemerintah Aceh diharap fokus perbaiki sektor pertanian

ACEHTERKINI.COM |  Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh Utara Wahyuddin Albra berharap agar pemerintah lebih fokus pada sektor pertanian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di Provinsi Aceh.

Hadapi MEA, Pemerintah Aceh diharap fokus perbaiki sektor pertanian
Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Malikussaleh, Wahyuddin Albra, SE, M.Si, Ak,– photo oleh rri.co.id

Pemerintah Aceh diharapkan agar dapat memperbaiki dan mengembangkan sektor pertanian di wilayah Provinsi Aceh dalam rangka menghadapi persaingan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA),

“Kalau Pemerintah Aceh benar-benar fokus untuk mengembangkan sektor pertanian, maka sangat mendukung pertumbuhan ekonomi dan hal itu sangat logis. Sehingga apabila pertumbuhan ekonomi sudah kuat, maka kita baru siap menghadapi MEA,” ujar Wahyuddin.

Wahyuddin menambakan, kalau ingin membandingkan hasil pertanian Aceh dengan Negara Thailand, maka kualitasnya hampir sama. Kelebihannya, mereka hanya mengoptimalkan marketing dan membuat kemasan yang menarik, sehingga bisa beredar di setiap pasar.

Hal-hal tersebut tidak dimiliki oleh petani di Aceh, sehingga untuk proses pemasarannya dan membuat kemasan yang menarik, maka Pemerintah Aceh melalui intansi terkait harus bisa mengambil peran.

“Kalau untuk kualitas, hasil pertanian kita cukup baik dan tidak jauh beda kualitasnya seperti hasil pertanian di Negara Thailand. Hanya saja mereka fokus pada marketing dan pemasarannya, sehingga barangnya beredar di setiap pasar,” tutur Wahyuddin.

Menurutnya, kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati belum tersentuh dengan baik dan masih banyak terdapat kekurangan, seperti contoh hasil alam di Provinsi Aceh banyak yang memiliki kualitas ekspor, sehingga tidak ada upaya sama sekali yang dilakukan oleh pemerintah, untuk mendukung kegiatan ekspor tersebut.

Wahyuddin juga berharap kepada Pemerintah Aceh, untuk mengambil peran pada hal-hal  penting yang dibutukan oleh masyarakat, seperti mendidik masyarakat tentang kultur pasar di luar negeri dan harus membuka akses ke luar negeri.

“Kalau kita berbiacara masalah Ekonomi Masyarakat Asean, maka pemerintah harus mempunyai akses keluar negeri dan membuka pelabuhan yang optimal. Di pelabuhan itu jangan hanya fokus pada impor saja, tapi harus mengekspor,” ungkap Wahyuddin.

To Top