Sosial

GMA Sesalkan Penembakan Terhadap Geuchik Mukhlis di Aceh Timur

ACEHTERKINI.COM | Presiden Gerakan Mahasiswa Aceh (GMA) Teungku Fian Muda, menyayangkan kasus penembakan salah seorang Geuchiek Gampong Blang Rambong, Kecamatan Banda Alam, Aceh Timur pada Jum’at (24/2/2017).

Melalui keterangan tertulisnya, Teungku Fian mengatakan kasus tersebut begitu meninggalkan luka terhadap anak-anak dan istri korban serta pihak keluarga dan warga Gampong Blang Rambong pada umumnya.

Teungku Fian Muda

Kasus ini juga telah mempertonton sikap buruk Polri dalam bertugas menjaga kenyamanan masyarakat. “Untuk itu Gerakan Mahasiswa Aceh meminta Kapolri bertanggung jawab dan menanggu seluruh biaya kehidupan keluarga Geuchiek Mukhlis,” katanya.

Menurutnya seharusnya polisi tidak asal tembak karena seluruh warga Indonesia punya hak hidup.

Eksekusi mati atau menghilangkan hak hidup orang lain/warga negara, dalam hukum positif yang berlaku di Indonesia, hanya bisa dilakukan secara limitatif yaitu dalam rangka melaksanakan sistem dan jenis pemidanaan sebagaimana yang diatur dalam Pasal 10 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

“Jadi tidak ada hak polisi langsung menembak pelaku kriminal, apa lagi tidak mengancam nyawa oknum polisi yang bertugas. Kami meminta Kapolri bertanggung jawab dan menanggung seluruh biaya kehidupan keluarga Geuchiek Mukhlis,” tulisnya.

Ia juga berharap agar pemerintah tidak diam terhadap kasus ini. Kasus penembakan Geuchiek Mukhlis bukanlah hal biasa, ini menyangkut nyawa atau hak hidup seseorang.

Sebelumnya, Wakil Kepala Kepolisian Resor Aceh Timur Kompol Carlie Syahputra Bustamam,S.I.K, bersama beberapa Perwira dan Anggota Polres Aceh Timur, melayat ke rumah duka Almarhum Mukhlis alias Pokle di Desa Blang Rambong, Kecamatan Banda Alam, Aceh timur, Sabtu (25/02/17) siang.

“Mewakili pimpinan (Kapolres) dan institusi Polres Aceh Timur, kami turut berduka cita atas peristiwa ini yang mengakibatkan Almarhum meninggal dunia. Semoga semua kesalahannya diampuni oleh Allah SWT. Sedangkan keluarga, terutama istri dan anak-anak, semoga diberikan kekuatan iman, lahir dan batin,” ujar Wakapolres.

Dilansir laman tribratanews Polda Aceh, Senin (27/2/2017), Mukhlis alias Pokle meninggal dunia akibat terkena tembakan oleh petugas Reserse Narkoba Polda Aceh saat akan melakukan penangkapan terhadap dirinya. Penangkapan terhadap Mukhlis merupakan pengembangan dari Narkoba Polda Aceh yang sebelumnya melakukan penangkapan terhadap tersangka yang lain di tempat terpisah.

Namun saat akan dilakukan penangkapan, Mukhlis berusaha lari. Petugas sudah memberikan beberapa kali tembakan peringatan, namun Mukhlis terus berusaha meloloskan diri. Akhirnya petugas melumpuhkan Mukhlis dengan menembak bahu sebelah kiri. Usai diterjang timah panas, petugas hendak membawanya ke Rumah Sakit di Banda Aceh, namun baru sampai Kota Lhokseumawe, Mukhlis menghembuskan nafas untuk terakhir kalinya. [Red]

To Top