Sosial

Dana desa dan ADG Bireuen untuk lima bidang berikut ini

ACEHTERKINI.COM |  Pemerintahan Kabupaten Bireuen Melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menggelar acara musrenbang kecamatan dan rapat kerja implementasi percepatan penyaluran dana desa dan ADG Tahun 2017.

Dana desa dan ADG Bireuen untuk lima bidang berikut ini

Kegiatan di Kecamatan Kota Juang dan Kecamatan Juli, Senin (20/2/2017), dan dihadiri Sekretaris Daerah dan beberapa Kepala SKPK.Bupati Bireuen, Ruslan M Daud dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan ini tidaklah menjadi kegiatan seremonial saja, namun hendaknya dilaksanakan dengan tertib, lancar, penuh kesungguhan sehingga menghasilkan usulan program/kegiatan yang realistis, berkualitas, berdaya guna dan berhasil guna berdasarkan kebutuhan masyarakat bukannya keinginan kelompok atau golongan tertentu.

Terkait rapat kerja implementasi percepatan penyaluran dana desa dan ADG itu, Pemkab Bireuen melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong, Perempuan dan Keluarga Berencana menyusun regulasi tentang kebijakan penyusunan APBG.

Di mana penggunaan dana desa dan ADG Tahun 2017 digunakan untuk 5 bidang. Di antaranya bidang penyelenggaraan pemerintahan gampong (ADG atau 30% dari total APBG) dialokasikan untuk penghasilan tetap dan tunjangan keuchik dan perangkat gampong.

Lalu, operasional pemerintahan gampong, penunjang operasional tuha peut, insentif lembaga gampong lainnya seperti imum gampong, bendahara, tuha lapan dan operator komputer, pengadaan kendaraan dinas roda dua bagi keuchik, biaya penyusunan RKPG, benah gampong, LPPG, LKPJG, musrenbang gampong, profil gampong/SAGAM, biaya penunjang pemilihan keuchik dan biaya diklat, serta penunjang penyelenggaraan pemerintahan gampong.

Kemudian, kedua bidang pembangunan (murni anggaran dana desa) alokasi anggarannya disesuaikan untuk pembangunan fisik sarana dan prasarana gampong dilakukan dengan pola padat karya yang kegiatannya mengacu pada rencanan kerja pembangunan gampong (RKPG) dan/atau hasil musyawarah gampong.

Selanjutnya ketiga bidang pembinaan kemasyarakatan (murni dana desa) alokasi anggarannya untuk pembinaan lembaga adat, kesenian tradisional dan biaya penunjang peringatan hari besar seperti HUT RI, Maulid dan lainnya.

Keempat bidang pemberdayaan masyarakat peruntukannya antara lain modal BUMG, penguatan PAUD termasuk insentif guru PAUD, penguatan balai keagamaan termasuk insentif guru balai pengajian, guru ngaji meunasah, imum meunasah dan bilal.

Lalu, penguatan posyandu termasuk insentif kader, penguatan TP PKK termasuk insentif ketua dan anggota PKK, penguatan KKBPK termasuk insentif kader KB, penguatan lembaga kepemuadaan/karang taruna dan pageu gampong/linmas termasuk insentif pageu gampong.

Terakhir adalah bidang tak terduga dialokasikan untuk pembiayaan atau dana cadangan. Untuk lebih jelasnya dapat dipelajari dalam Perbup tentang Pedoman Penyusunan APBG Tahun 2017 melalui dinas terkait.

Adapun pagu ADG untuk 609 gampong dalam tahun 2017 sebesar Rp83.931.106.000 dan dana desa sebesar Rp453.877.914.000, bagi hasil retribusi sebesar Rp1.376.314.100, serta bagi hasil pajak sebesar Rp1.604.176.880. Jika dibandingkan tahun sebelumnya, Dana Desa mengalami peningkatan sebesar 27 persen.

Bupati Bireuen berharap agar pemerintah gampong agar terus berinovasi dengan melahirkan berbagai program/kegiatan yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat gampong. ”Pembangunan gampong tidaklah semata-mata berorientasi pada pembangunan fisik, akan tetapi juga harus diperhatikan pembangunan manusianya,” jelasnya.

To Top