Sosial

Begini Pentingnya Belajar Ilmu Asbabun Nuzul

ACEHTERKINI.COM | Manfaat atau faedah yang diperoleh dari mempelajari ilmu Asbab an-Nuzul ini telah dikemukakan banyak ulama. Salah satunya, Ibnu Taimiyah. Ia mengatakan, mengetahui sebab-sebab turunnya ayat Alquran dapat menolong seseorang dalam memahami makna ayat tersebut.

Seperti diketahui, dulu banyak ulama yang kesulitan dalam menafsirkan ayat Alquran karena mereka tidak mengetahui latar belakangnya. Namun, setelah mendapatkan keterangan mengenai latar belakang turunnya ayat itu, mereka pun semakin mudah menjelaskan dan memahaminya.

Menurut Syekh Muhammad Husain Ath-Thabathaba’i dalam kitabnya Al-Qur’an fi Al-Islam, mempelajari ilmu-ilmu sebab turunnya ayat (Asbab An-Nuzul) itu sangat penting dalam mempermudah seseorang dalam mengetahui ayat dan memahami makna serta kandungan yang ada di dalam Alquran, serta rahasia-rahasia yang terkandung di dalamnya.

Menurut Ibnu Abbas RA–salah seorang sahabat dan mufasir hebat awal permulaan Islam–mengetahui sebab-sebab turunnya ayat-ayat Alquran itu, memudahkan seseorang dalam menelusuri riwayat peristiwa dan sejarah terdahulu yang terjadi di zaman Rasul SAW.

Al-Wahidie (w 472 H) menjelaskan, ”Tidaklah mungkin mengetahui tafsir suatu ayat, tanpa bersandar pada riwayat dan penjelasan turunnya ayat Alquran.”

Ibnu Daqiqi al-Ied (w 702 H) menjelaskan, mengetahui sebab turunnya suatu ayat merupakan jalan yang paling tepat dalam memahami makna-makna (maksud) Alquran.

Dari keterangan tersebut di atas, para ulama menjelaskan, sedikitnya ada empat hal yang menjadi faedah atau manfaat mempelajari Asbab an-Nuzul itu. Pertama, membantu seseorang dalam memahami kandungan ayat dan menghindarkan kesulitan yang ada di dalam ayat. Kedua, memberikan pemahaman yang tepat bahwa hukum yang dibawa oleh ayat itu adalah khusus untuk memberi penyelesaian peristiwa atau pertanyaan yang menjadi sebab turunnya ayat tersebut.

Ketiga, membantu memudahkan penghafalan dan pemahaman serta melekatkan ayat-ayat yang bersangkutan dalam hati orang-orang yang mendengarnya, bila ayat-ayat itu dibacakan.

Keempat, dapat mengetahui hikmah (ilmu) Allah dengan yakin mengenai segala hal yang disyariatkan melalui ayat-ayat yang diturunkannya. (RS Abdul Aziz, Tafsir Ilmu Tafsir, 1991).

Sumber : Republika

To Top