Sosial

3G Dorong 780 Guru Pengajian Menangkan Aminullah – Zainal

ACEHTERKINI.COM | Gerakan Generasi Gemilang (3G) terus berkoordinasi dengan 780 guru-guru pengajian dalam Kota Banda Aceh untuk memenangkan Calon Walikota Aminullah Usman – Zainal Arifin. Hal tersebut disampaikan Sekretaris 3G, Iqbal Asy’ary dalam keterangan tertulisnya yang diterima acehterkini, Sabtu (11/2/2017).

Iqbal menjelaskan Gerakan Generasi Gemilang atau disingkat dengan 3G merupakan Lembaga kemasyarakatan yang di bentuk oleh beberapa tokoh pemuda remaja masjid serta tokoh penting Tempat Pengajian Al Quran (TPA) se Kota Banda Aceh.

Iqbal Asy’ari, Sekretaris Gerakan Generasi Gemilang (3G) Kota Banda Aceh

Dari dua pasangan calon Walikota Banda Aceh, lanjut Iqbal, hanya pasangan calon Walikota Banda Aceh no urut (2) Aminullah – Zainal yang mengakomodir kepentingan operasional TPA serta Balai Pengajian dalam visi-misinya sebagaimana yang disampaikan pada dua kali acara debat kandidat yang di selenggarakan KIP Banda Aceh.

“Butuh waktu sedikit lama untuk kita menentukan arah gerakan TPA dan Balai Pengajian dalam menentukan sikap pada pilkada 2017 ini. Selain mendengar langsung penyampaian visi-misi dua kandidat walikota, kami juga melakukan evaluasi secara mendalam untuk menjatuhkan pilihan pasangan mana yang akan kita menangkan bersama,” ungkap Iqbal yang aktif di TPA Baitussalam Ateuk Pahlawan.

Kami berharap, sebut Iqbal, para guru-guru TPA dan Balai Pengajian yang sudah bergabung dalam Gerakan Generasi Gemilang dapat serta merta mengambil perannya dalam memenangkan pasangan calon walikota pilihan hati warga Banda Aceh ini.

“Dari 135 unit TPA dan Balai pengajian, ada 780 guru atau pengasuh TPA dan Balai Pengajian yang terus menerus berkoordinasi dengan kami untuk memenangkan Aminullah-Zainal sebagai Walikota dan Wakil Walikota Banda Aceh periode 2017-2022 mendatang,” ujarnya.

Bila melihat Pemerintah Kabupaten dan Kota lain di Indonesia, jelas Iqbal, Pemerintah Kota Banda Aceh saat ini belum mampu menjawab kebutuhan mendasar dalam memfasilitasi anggaran pendidikan agama sejak dini yang telah berkembang lama.

“Banda Aceh seharusnya menjadi rujukan kabupaten kota lainnya di Aceh, dalam soal memfasilitasi anggaran pendidikan agama sejak dini. Namun sayang, Pemerintah Kota, terkesan membiarkan TPA dan Balai pengajian yang ada, hidup seperti tumbuhan di atas karang. Banyak TPA yang di era 90an maju, kini tinggal nama, bahkan TPA yang identik dengan aktifitas memakmurkan masjid, kini beralih ke diniyah yang keberadaanya di sekolah, hingga mengakibatkan santri  TPA atau Balai pengajian minus pada jam pengajian lantaran kelelahan,” tutur Iqbal. [Red]

Editor : Rahmatsyah

To Top