Sosial

Terhalang RAPBK, Nasib Tenaga Kontrak Abdya Belum Jelas

ACEHTERKINI.COM | Ribuan tenaga kontrak di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mesih menunggu kejelasan untuk Tahun 2017 ini. Pasalnya, hingga berakhirnya SK kontrak pada Desember 2016 lalu, nasib mereka juga belum memberikan tanda-tanda kehidupan, namun sebahagian tenaga kontrak masih memilih bekerja disejumlah SKPK dan Sekolah meskipun belum jelas honor untuk mereka.

Terhalang RAPBK, Nasib Tenaga Kontrak Abdya Belum Jelas

Kepada wartawan, Rabu (18/1) salah satu tenaga kontrak mengaku tidak ingin kehilangan pekerjaan yang telah lama digelutinya itu, meskin upah yang diterima sangat jauh dari angka upah minimum Pemprov Aceh.

“Saya masih aktif bekerja, walaupun honor kami belum jelas dan kapan akan diperpanjang SK selanjutnya untuk tahun 2017,” kata salah satu tenaga kontrak yang enggan disebutkan namanya.

Akibat RAPBK yang belum disahkan itu, membuat sebahagian tenaga kontrak mulai jarang masuk kerja. “Dari mana kami harus mendapatkan uang transpor ke tempat bekerja, kalau tidak ada SK, berarti kami tidak ada honornya,” ujar sumber itu.

Dia dan beberapa tenaga kontrak lainnya lebih memilih mencari pekerjaan yang mampu menghasilkan uang diluar pekerjaan dinas.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Abdya, Eddy Darianto kepada wartawan Rabu (18/1) mengemukakan,  saat ini pihaknya belum bisa melakukan perpanjangan SK para tenaga kontrak. Sebab, RAPBK 2017 belum disahkan melalui qanun, maupun Peraturan Bupati (Perbup).

Untuk membayar honor ribuan tenaga kontrak dimaksud kata Eddy, berpedoman pada APBK. “Kalau kita keluarkan SK perpanjangan, sementara RAPBK belum disahkan, dengan apa kita akan bayar mereka. Yang jelas kita tunggu saja mekanisme pengesahan APBK keudian juga harus sesuai petunjuk pimpinan,” tambahnya.

Diperkirakan ada sekitar 3200 orang lebih tenaga kontrak pada tahun 2016 lalu. Terdiri dari tenaga medis, guru, administrasi, penjaga sekolah, sopir dan lainnya. Untuk penyambungan SK masa kerja 2017 ini, pihaknya harus menunggu arahan dan petunjuk pimpinan (bupati) dulu.

Gaji para tenaga kontrak itu, sebut Eddy, bervariasi. Jenjang Strata Satu (S1), dibayar insentif Rp 600 ribu. Diploma III (DIII) Rp 500 ribu, selanjutnya DII hingga jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA), dibayar insentif dibawah Rp 500 ribu. “Untuk tahun ini, kita belum bisa memberi gambaran jumlah honor mereka, sebab kejelasan penyambungan SK pun belum pasti. Kita tunggu Perbup saja dulu ya,” demikian pungkasnya. (RiZal)

To Top