Sosial

Rauzatul Jannah, Gadis Bermata Biru asal Lamno Aceh Jaya

ACEHTERKINI.COM | Gadis berkulit putih, berambut pirang dan bermata biru masih bisa ditemukan di Lamno, Aceh Jaya. Keberadaan mereka sejak pasca tsunami semakin berkurang. Ini lantaran karena mereka sudah berpindah tempat asal. Terkecuali Rauzatul Jannah warga Desa Leupee, Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya.

Rauzatul Jannah, Gadis Bermata Biru asal Lamno Aceh Jaya
Rauzatul Jannah

Rauzatul Jannah lahir 2002 dan adiknya Nurul Qamariah lahir 2005 yang merupakan anak dari Ernawati dan Muzakkir. Kedua putri mereka itu dipanggil “Bulek” oleh warga setempat. Sekarang, Rauzatul Jannah duduk di kelas satu Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Lamno, ia juga belajar ilmu agama di Pesantren Khairul Nisan.

Ibunya Ernawati tidak menyangka ada garis keturunan dari kakeknya asal Portugis. Warga setempat, Dayat berkisah kehadiran para Portugis di Lamno bermula dari cerita Kerajaan Daya. Saat masa penjajahan Portugis, sebuah kapal perang Portugis kalah perang dengan Belanda di Malaka / Singapura. Dalam perjalanannya dari Singapura, kapal mereka mengalami kerusakan dan terdampar di daratan Kerajaan Daya pada abad ke-15.

Raja Daya tidak membiarkan begitu saja kapal perang Portugis yang lari dari perang Malaka. Tentara Daya menembaki kapal itu dengan meriam-meriam besar hingga kapalnya tenggelam. Semua awak kapal dan tentara Portugis menyerah dan minta perlindungan dari Raja Daya, sambil menunggu datangnya kapal Portugis datang menjemput mereka.

Seluruh awak dan tentara Angkatan Laut Portugis tersebut kemudian ditawan oleh Raja Daya dan dikurung dalam suatu kawasan yang berpagar tinggi. Mereka menunggu bantuan, tetapi komunikasi sulit dan bantuan tak pernah datang. Akhirnya mereka menyerah kepada Raja Daya dan menyatakan masuk Agama Islam.

Setelah itu mereka pun dibebaskan dari tempat tawanannya. Mereka kemudian diajar bertani, diajar bahasa, adat istiadat dan kebudayaan Aceh, serta berbaur dan belajar menjadi orang Aceh. Saat ini, keturunan bangsa Portugis tersebut ada yang tetap tinggal di Aceh dan berbaur dengan penduduk lokal. [Arif]

To Top