Peristiwa

Mobil Anggota DPRK Abdya di Bobol Maling

ACEHTERKINI.COM | Mobil milik salah satu anggota DPRK Aceh Barat Daya (Abdya) dibobol maling. Selain merusak kaca bagian belakang mobil, pelaku yang belum jelas identitasnya itu juga membawa kabur uang sejumlah Rp.30.000.000.

Aksi tersebut dilancarkan pelaku saat mobil merek toyota yaris dengan nomor polisi BK 1642 UZ milik Zulkarnaini yang diketahui merupakan anggota DPRK Abdya, warga Desa Kuta Jeumpa, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Abdya, sedang parkir di halaman depan Mesjid At-Taqwa, Desa Keude Siblah, Kecamatan Blangpidie, Minggu (8/1/2017) sekitar pukul 13.00 WIB. Saat kejadian, korban sedang melaksanakan Ibadah Shalat Dzuhur.

Kapolsek Blangpidie Iptu Karnofi didampingi Kasat Reskrim AKP Misyanto sedang mengidentifikasi sidik jari pelaku perusakan dan pencurian pada mobil milik Zulkarnaini salah satu anggota DPRK Abdya di Mapolsek setempat, Senin (9/1/2017) [Rizal]

Kapolres Abdya AKBP Hairajadi SH melalui Kapolsek Blangpidie Iptu Karnofi didampingi Kasat Reskrim AKP Misyanto, Senin (9/1/2017) mengatakan, kalau pihaknya baru menerima laporan dari korban pada Minggu sekitar pukul 15.00 WIB.

Setelah memberikan laporan, korban langsung berangkat, karena buru-buru ada urusan ke Banda Aceh. Sementara mobil korban diamankan di Mapolsek Blangpidie sebagai barang bukti dan juga untuk proses penyelidikan.

“Karena korban buru-buru berangkat, sehingga laporan polisi (LP) yang ada sama kita belum ditanda tangani korban. Meskipun begitu kita tetap melakukan proses penyelidikan,” kata Karnofi.

Dikatakan Karnofi, ini bukanlah perampokan, akan tetapi lebih kepada kasus perusakan dan pencurian. Dimana, pelaku dalam aksinya telah memecahkan kaca mobil berikut juga membawa kabur uang sejumlah Rp.30.000.000,- tanpa diketahui pemiliknya.

“Saat ini kita terus melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) termasuk memeriksa sidik jari pelaku yang ada pada mobil korban,” tuturnya yang juga turut dibenarkan Kasat Reskrim AKP Misyanto.

Kepada wartawan, Kasat Reskrim Misyanto menambahkan, kalau pihaknya juga akan memintai keterangan lebih lanjut dari korban, agar motif dibalik aksi pencurian tersebut akan lebih jelas. “Kita akan usut motif pencurian ini, termasuk dengan mengumpulkan semua alat bukti yang ada,” ujarnya.

Untuk kasus pencurian seperti ini, lanjut Misyanto, akan dikenakan Pasal 363 KUHP tentang pencurian yang didahulukan dengan perusakan. Kepada pelaku akan dikurung maksimal 7 tahun. “Pencurian dalam pasal ini dinamakan pencurian dengan pemberatan atau pencurian dengan kwalifikasi dan diancam dengan hukuman yang lebih berat,” demikian sambungnya. (Rizal)

To Top