Sosial

Merasa Dizalimi, Massa Pendukung Said-Nafis Gelar Orasi

ACEHTERKINI.COM | Seribuan massa pendukung pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati, H Said Syamsul Bahri dan H M Nafis A Manaf menggelar aksi besar-besaran guna meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh agar tidak menggugurkan Said Syamsul Bahri-M Nafis A Manaf bertarung dalam Pilkada 2017 di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).

Merasa Dizalimi, Massa Pendukung Said-Nafis Gelar Orasi
Foto Rizal / acehterkini.com

Aksi simpatisan Said Syamsul Bahri-M Nafis A Manaf itu dipicu setelah Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) membekukan seluruh komisoner KIP Abdya dari tugasnya sebagai penyelenggara Pilkada. Pasal pemberhentian itu, karena KIP Abdya menerima pendaftaran Said Syamsul Bahri-M Nafis A Manaf atas dukungan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) yang saat itu terjadi dualisme kepengurusan.

Konsolidasi massa dan pertemuan Akbar Simpatisan dan tim pendukung Paslon yang juga diusung Partai Amanat Nasional (PAN) berlansung di Posko Seramoe Pemenangan Jalan Letkol BB Djalal, Desa Pante Perak, Kecamatan Susoh, Sabtu (21/1/2017).

Dihadapan massa yang berhadir, salah satu Ketua Tim Relawan Kecamatan, Amir mengatakan, banyak cara yang dilakukan oleh oknum tertentu untuk menjatuhkan pasangan pak Said dan Nafis (sapaan akrap paslon). “Meskipun begitu, apapun hambatannya, kami siap memenangkan pasangan nomor urut 4 untuk menjadi Bupati dan Wakil Bupati Abdya kedepan,” kata Amir singkat.

Sementara itu, Ketua DPD PAN Abdya dan juga Ketua Relawan Kabupaten, Elizar Lizam, menyampaikan, Kandidat nomor urut 4 telah dizhalimi, semua tahapan sudah dilalui mulai dari pendaftaran sampai penyampaian Visi dan Misi hingga verifikasi akhir. Jadi tidak ada cara dan jalan untuk menggugurkan pasangan ini.

Pimpinan PKPI telah resmi mendukung pasangan Said-Nafis, karena elektabilitas pasangan ini telah melonjak naik. Maka berbagai macam cara dilakukan untuk menjatuhkannya. “Dengan jelas kami katakan, bahwa pimpinan PKPI yang menandatangani surat pernyataan dukungan itu sah dan terdata di Kemenkumham RI,” ungkap Elizar Lizam.

Dikatakannya, semua persiapan tahapan pilkada hampir rampung, dan surat suara juga hampir selesai dicetak. “Jadi kenapa diperlakukan tidak manusiawi dan dizalimi sedemikian rupa,” tuturnya singkat.

Disisi lain, Ketua DPD PKPI Abdya, Afdhal Jihad S.Ag menjelaskan, PKPI Abdya hanya mendukung pasangan Said-Nafis. Dengan demikian Said-Nafis telah didukung empat kursi anggota DPRK dan telah memenuhi syarat.

“Secara Undang-Undang, PKPI tetap sah mendukung Said-Nafis dan KPU pusat tidak ada alasan untuk menggugurkan pasangan Said-Nafis untuk mengikuti pilkada Abdya,” ujarnya.

Hal senada juga diutarakan, Calon Bupati Abdya, H Said Syamsul Bahri, bahwa dirinya telah dizalimi oleh pihak tertentu dengan berbagai cara, sehingga adanya pencabutan hak-hak politik, keputusan yang telah dipublikasikan adalah peraturan preman dan tidak bertanggung jawab.

Katanya, yang dijalankan oleh KIP Abdya telah sesuai dengan aturan dan Undang-Undang PKPU nomor 10 tahun 2016. “Jadi, tidak boleh membatalkan pasangan calon tertentu dibawah kurun waktu 30 hari,” sebutnya.

Maka dengan ini, lanjut Said, piahknya skan mengadakan perlawanan kepada siapa saja yang menzalimi pasangan ini, baik secara sosial maupun secara hukum. “Menurut saya, ada unsur ketakutan dan kegamangan pasangan calon tertentu terhadap elektabilitas yang begitu melonjak, maka banyak cara untuk menjatuhkan saya sebagai calon,” ujarnya singkat.

Dalam pernyataan sikap pasangan Said-Nafis, bahwa pihaknya menolak jika KIP Abdya diambil alih oleh KPU/KIP Aceh untuk melanjutkan tahapan pilkada Abdya. Jika Pasangan Said-Nafis digugurkan dalam pilkada 2017, maka pihaknya akan menguasai dan mengambil alih sekretariat KIP dan menunda pelaksanaan Pilkada. Jika tahapan Pilkada dilakukan tanpa pasangan Said-Nafis maka pihaknya tidak bertanggung jawab jika terjadi kekacauan dan konflik Horizontal serta huru hara diwilayah Kabupaten Abdya.

Amatan dilapangan, setelah melakukan konsolidasi massa diposko seuramoe pemenangan. Massa selanjutnya bergerak ke kantor KIP Abdya yang disambut oleh Sekretaris KIP, Hermi Suherdi. Setelah dari KIP, kemudian massa kembali ketempat masing-masing. (Rizal)

To Top