Hukum

KPU Dianggap Tak Miliki Bukti Pasal Pelanggaran Paslon Said-Nafis

ACEHTERKINI.COM | Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD), Partai Amanah Nasional (PAN) Aceh Barat Daya (Abdya), Elizar Lizam SE AK yang juga selaku Ketua Tim Pemenangan Pasangan Calon (Paslon) Bupati nomor urut 4, H Said Syamsul Bahri-Nafis A Manaf, Jum’at (27/1/2017) mengemukakan kalau Paslon Said-Nafis tidak melanggar aturan pasal apapun dalam Pilkada.

Hal itu dibuktikan dengan proses persidangan di Jakarta kemaren. Dimana, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI tidak bisa menunjukkan bukti pasal apapun yang dilanggar Paslon Said-Nafis.  “Kami menilai kalau pencoretan itu, merupakan tindakan penzaliman dan bisa masuk ke ranah pidana. Dimana, KPU tidak memiliki pasal pelanggaran yang kuat atas pencoretan paslon Said-Nafis,” kata Elizar Lizam.

Ketua Tim Pemenangan Paslon Bupati Abdya Said – Nafis, Elizar Lizam

Pasca dicoret dalam bursa calon kandidat oleh KPU, lanjut Elizar Lizam, pihak Said-Nafis melayangkan gugatan ke Mahkamah Agung (MA) RI di Jakarta, dengan nomor registrasi 03/PR/I/03 P/PAP/2017 tanggal 25 Januari 2017, perihal penerimaan dan  registrasi berkas permohonan pelanggaran administrasi pemilihan. Paslon nomor urut 4 itu didamping Kuasa Hukum H Basrun Yusuf SH.

Dalam sidang itu, Majelis Hakim MA mempertanyakan pasal mana saja yang dilanggar Paslon Said-Nafis, hingga berujung dicoret dari peserta Pilkada Abdya. “KPU tidak bisa menjawab. Artinya, jelas kalau Paslon Said-Nafis tidak melanggar pasal apapun,”sebut Elizar Lizam lagi.

Disamping itu, Elizar Lizam juga menyatakan kalau saat pendaftaran dulu, KIP Abdya telah menyatakan secara tertulis bahwa berkas yang diserahkan Paslon Said-Nafis telah lengkap dan tidak ada masalah. Anehnya, saat mendekati masa pencoblosan, Paslon Said-Nafis justru dicoreng, dengan vonis administrasi bermasalah.

“Kami tidak ingin dikatakan kalah sebelum bertanding. Kami juga mengerti aturan, jadi janganlah dipermainkan seperti ini,” tuturnya.

Lebih lajut, pihaknya juga telah meminta KIP Abdya agar tidak mensosialisasikan surat suara dengan sembilan (9) paslon kepada masyarakat. “Bagaimanapun, Paslon Said-Nafis masih tercatat sebagai Paslon Bupati dan Wakil Bupati yang akan bertarung dikancah Pilkada pada 15 Februari mendatang,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KIP Abdya Elfiza SH MH, yang dimintai tanggapannya mengaku belum bisa menjawab persoalan dimaksud. Sebab, yang mencoreng nama Said-Nafis dari peserta Pilkada, adalah KIP Aceh atas petunjuk KPU. Untuk itu, pihaknya menyarankan agar menanyakan lansung pada KIP Aceh.

“Persoalan itu tanyakan kepada KIP Aceh, karena mereka yang bisa menjelaskan nanti,” kata Elfiza yang baru saja aktif kembali pasca dibekukan sementara oleh DKPP RI beberapa waktu lalu.

Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, Komisioner KIP Aceh Bidang Penegakan dan Penindakan Hukum Junaidi, belum bisa dimintai keterangannya. Beberapa kali dihubungi wartawan, yang bersangkutan tidak mengangkat, meskipun panggilan terhubung.(Rizal)

To Top