Hukum

Dianggap Tidak Patuh, DKPP Bekukan KIP Abdya

ACEHTERKINI.COM | Para Komisioner Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Barat Daya (Abdya) dibekukan sementara oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Sehingga proses tahapan Pilkada di Abdya bakal diambil alih oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Secara singkat, Ketua KIP Abdya, Elfiza SH MH yang dihubungi wartawan, Jum’at (20/1/2017) membenarkan bahwa empat komisoner KIP Abdya telah dibekukan sementara. Dimana, pihaknya akan melaksanakan dan mentaati apa yang sudah diputuskan DKPP dalam sidang putusan melalui video conference di Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Aceh, pada Jumat (20/1/2017) sekitar pukul 11.00 WIB.

“Kami akan mentaati segala putusan yang sudah dikeluarkan DKPP. Mengenai kapan batas waktu pembekuan ini, kami kurang tau, yang jelas apa yang sudah kita lakukan ini semua untuk kebaikan bersama,” katanya.

Maka dari itu, lanjut Elfiza, tugas KIP Abdya akan diambil alih KPU yang diwakilkan kepada KIP Aceh agar tahapan Pilkada di Abdya berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan apapun. “Untuk sementara waktu kami tidak bertugas hingga ada putusan selanjutnya nanti,” ungkap Elfiza.

Pembekuan komisoner KIP ini, sambung Elfiza setelah pihak Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) perwakilan Abdya melayangkan laporan tentang pencalonan Said Syamsul Bahri dan Nafis A Manaf atas dukungan Partai Keadilan Persatuan Indonesia (PKPI).

“Jadi untuk masalah dukungan PKPI terhadap Pasangan Calon Kandidat Said Syamsul Bahri dan Nafis A Manaf akan dikoreksi oleh KPU,” sambungnya singkat.

Sementara itu, Ketua YARA Perwakilan Abdya, Miswar SH kepada wartawan, menjelaskan, KIP Abdya telah melakukan pelanggaran dengan menerima pendaftaran pasangan calon Bupati H Said Syamsul Bahri dan Wakilnya Nafis A Manaf yang juga didukung oleh PKPI yang saat ini dalam proses sengketa dan surat dukungan yang ditandatangani oleh kepengurusan yang tidak terdaftar dalam SK Kemenkumham RI.

Fakta dalam persidangan yang ditemukan DKPP, lanjut Miswar, KIP Abdya tidak mengindahkan saran dari KIP Aceh untuk menolak dukungan dari PKPI terhadap Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Abdya, Said Syamsul Bahri dan Nafis A Manaf diamksud.

Sesuai keputusan Kemenkumham, PKPI No AHU.4AH.11.01-84 tertanggal 20 September 2016 bahwa kepengurusan PKPI yang diakui adalah dibawah payung Ketua Umum (Ketum) Isran Noor dan Sekjen Samuel Samson. Maka surat dukungan parpol yang tidak ditandatangani sesuai salinan SK Kemenkumham itu tidak sah.

“Harusnya KIP Abdya wajib menolak pendaftaran calon tersebut, karena tidak didukung oleh Isran Noor dan sekjen Samuel Samson. Jadi, bisa dikatakan bahwa KIP Abdya tidak meneliti keabsahan dokumen persyaratan pencalonan,” demikian Miswar. (Rizal)

To Top