Politik

Debat Kandidat, 10 Paslon di Abdya Saling Pertahankan Visi dan Misi

ACEHTERKINI.COM | Sebanyak 10 Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) saling mempertahankan dan mempertajam visi dan misi mereka masing-masing. Dimana, para Kandidat tidak mau kalah dan siap mempertahankan visi dan misi mereka untuk menjadi Kepala Daerah di Abdya.

Kondisi itu terlihat saat berlangsungnya acara Debat Terbuka Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Abdya Tahun 2017 di Aula Gedung DPRK Abdya, Rabu (11/1/2017) yang turut dihadiri para unsur Muspida Plus, para kepala SKPK, Ketua KIP Abdya Elfiza SH MH beserta Komisioner KIP, Ketua Panwaslih Abdya Ismail IB serta anggota Panwaslih dan para undangan lainnya.

Debat Kandidat di Abdya

Kemudian yang tak kalah menarik, KIP juga menghadirkan Panelis dari Banda Aceh yakni Prof Nasir Aziz SE MBA merupakan Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh, Syarifah Rahmatillah yang berprofesi sebagai PNS juga seorang akrtivis perempuan dan Prof Dr. H Farid Wajdi Ibrahim MA yang merupakan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Banda Aceh.

Dalam kesempatan itu, Ketua KIP Abdya Elfiza menyampaikan, debat kandidat ini diikuti oleh 10 Paslon. Kalau dilihat, Abdya memiliki kandidat terbanyak di Indonesia bahkan didunia dalam sejarah pemilihan kepala daerah.

“Dalam debat ini kita tidak main-main, dimana kita mengundang profesor dan aktivis. Jadi, kami berharap kepada kandidat jangan keluarkan argumen yang tidak pantas, akan tetapi tunjukkan kepada masyarakat kalau saudara adalah pemimpin yang cerdas dan kritis untuk membangun Abdya kedepan,” kata Elfiza singkat.

Amatan dilapangan, dalam debat tersebut, para kandidat diberi waktu selama 2 menit untuk menyampaikan visi dan misi. Dalam visi dan misi itu, para kandidat lebih banyak menyampaikan tentang bagaimana membangun Abdya kedepan yang lebih baik, mulai dari sektor ekonomi masyarakat, Pendidikan dan Kesehatan serta menciptakan lapangan kerja baru.

Sesi selanjutnya, 3 panelis memberikan pertanyaan untuk penajaman visi dan misi masing-masing kandidat. Panelis meminta kepada kandidat untuk menjabarkan lebih luas tentang visi dan misi yang mereka sampaikan. Kemudian pada sesi selanjutnya, para kandidat diberi waktu saling bertanya, saling menjawab dan menanggapi kembali. Untuk bertanya kandidat diberi waktu selama 30 detik dan menjawab diberi waktu selama 1,5 menit.

Suasana debat kandidat juga mendapat pengamanan ketat dari pihak Kepolisian dan TNI. Sehingga scara berjalan dengan aman dan tertib. (Rizal)

To Top