Lingkungan

BKSDA Aceh Pasang GPS Collar pada Gajah Liar

ACEHTERKINI.COM | Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh mulai memasang GPS collar kepada gajah liar di Cot Girek Aceh Utara dan wilayah Mila, Keumala, Kabupaten Pidie. Kepala BKSDA Aceh, Sapto Aji Prabowo mengatakan, tujuannya agar gajah-gajah liar tersebut mudah terpantau pergerakannya.

Ia menjelaskan GPS collar ini akan mendukung peringatan dini untuk program mitigasi konflik dimasa yang akan datang. “Dengan terpantaunya pergerakan harian gajah-gajah liar maka setiap 4 jam sekali membantu kita untuk meprediksi pola gangguan dan memudahkan masyarakat setempat untuk mengantisipasinya.

Pemasangan GPS Collar [Ilustrasi; gettyimages]

Lebih dari itu, GPS collar ini akan menjawab pertanyaan semua pihak, tentang dari mana kelompok gajah itu berasal untuk selanjutnya dapat dilakukan analisa penyebab mengapa kelompok ini beralih ke wilayah Mila dan Keumala yang sebelumnya belum pernah mengalami konflik.

“Besar kemungkinan kelompok gajah ini berasal dari kawasan hutan di sekitar Jantho dan Seulawah Inong, bahkan tidak menutup kemungkinan juga terhubung dengan habitat gajah yang berada di Seulawah agam,” ujar Sapto, Sabtu (14/1/2017).

Lebih lanjut Kepala Balai merinci bahwa kelompok ini berjumlah 23 ekor dengan komposisi yang baik karena terindikasi adanya sekitar 6 ekor anakan dan juga ada 2 jantan muda.

Tim pemasangan GPS collar ini terdiri dari tim mahout/pawang gajah beserta gajah terlatih dari PLG dan CRU Mane, tim dokter hewan, Wildlife Ambulance dibawah Pusat Kajian Satwa Liar FKH Unysiah dan dibantu oleh tim dari community Ranger dan masyarakat setempat. [Red]

To Top